Latest News


More

Posted on : Minggu, 16 Agustus 2015 [0] comments Label: , , ,

Ini Cara Menghadapi Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan

by : Rakatalenta
Ini Cara Menghadapi Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan - Setiap Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan pasti Anda menginginkan sebuah hubungan berakhir ke arah yang lebih serius. Tapi, hubungan tersebut akan lebih sulit tercapai jika memiliki kekasih yang masih kekanak-kanakan.

Kekasih atau Istri kekanakan bukan hanya ditandai dia manja atau 'anak mama', namun banyak tanda lain yang menunjukkan bahwa kekasih Anda cenderung kekanakan. Hidupnya yang tidak terencana, masih sering berpesta di klub malam atau masih menganggur, itu tanda-tanda bahwa si dia tidak bertanggung jawab yang artinya masih kekanak-kanakan. Ketika memiliki kekasih seperti itu, ini cara menyikapinya.

Ini Cara Menghadapi Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan

1. Menasihati

Berikan pandangan padanya tentang masa depan. Jelaskan risiko yang akan dia hadapi jika dia masih terus bersikap kekanakan dan kurang bertanggung jawab. Saat menasihatinya, Anda tidak perlu memberikan tuntutan agar dia harus segera berubah. Dengan nasihat yang lembut, mungkin si dia perlahan-lahan bisa berpikir lebih dewasa.

2. Bersikap Tegas

Terkadang bersikap tegas juga dibutuhkan untuk 'mencambuk' pria yang masih kekanak-kanakan. Katakan padanya bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya yang kurang dewasa atau kurang bertanggung jawab seperti itu. Tegaskan padanya bahwa hubungan dibutuhkan dua orang yang bekerja, bukan hanya Anda yang lebih banyak memiliki ide atau visi dalam hubungan tersebut.

3. Saatnya Bertanya Pada Diri Sendiri

Jika segala cara sudah Anda bicarakan pada kekasih, namun si dia tidak juga berubah setelah sekian lama, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda siap jika terus berhubungan dengan pria yang masih kekanakan tersebut? Anda harus memikirkan hubungan ke depannya, apakah hubungan akan berhasil atau memang harus berhenti di sini.

Sumber: detik.com
Posted on : Jumat, 14 Agustus 2015 [0] comments Label: , , ,

Baru Lulus? Tak Perlu Galau Ini Tips Merintis Karir

by : Rakatalenta
Baru Lulus? Tak Perlu Galau Ini Tips Merintis Karir - Banyak pertanyaan yang dikirim ke twitter dan email saya terkait karier para lulusan baru, untuk mencari cara bagaimana agar bisa berkarir dengan tepat dan cepat. Beberapa pertanyaan yang bisa saya sampaikan di sini adalah:

Apa saja langkah-langkah jitu yang harus dilakukan mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk mendapatkan kerja dengan cepat? Sebelum menjawab pertanyaan, berdasar pengalaman, sebenarnya mahasiswa yang baru lulus kuliah pun kalau semasa kuliahnya aktif berorganisasi, ikut komunitas, berbisnis kecil-kecilan atau mungkin part time worker, itu sudah menjadi modal sedikit untuk memulai dunia kerja.

Tips dan cara merintis karir

Sangat disayangkan kalau mahasiswa zaman sekarang tidak mempunyai aktivitas apa pun selama kuliah. Padahal justru selama kuliah, pengalaman berorganisasi dapat sangat membantu meningkatkan beberapa kompetensi seperti teamwork, leadership dan networking.

Namun demikian, bagi Kamu yang baru lulus dari bangku kuliah, berikut langkah-langkah jitu supaya dapat kerja cepat.

1. Ketahuilah Strength and Weakness Anda.

a. Kenalilah Kekuatan dan Kelemahan Anda. Ingat-ingatlah selama masa kuliah, apa yang menjadi kekuatan Anda, dan tulis dalam notes. Lalu jadikan kekuatan Anda menjadi hal yang bisa Anda "jual" ke perusahaan.

b. Setelah Anda tahu apa kelemahan Anda, cari tahu bagaimana cara mengatasinya. Hal ini bisa jadi ajang latihan saat Anda ditanya dalam interview tentang apa kelemahan Anda. Jujurlah akan kelemahan Anda, namun mencari cara bagaimana mengatasinya.

2. Buatlah CV yang komprehensif dan menarik.

a. Kadang fresh grad terjebak dengan CV yang lengkap, panjang, namun kurang menarik, sehingga tidak user friendly dan akhirnya tidak dibaca oleh perusahaan. Boleh komprehensif, cantumkan kekiatan organisasi, detail, komunitas dsb. Namun berikan hal-hal menarik yang membuat orang lain mudah membacanya.

b. Jual yang menjadi Strength/Kekuatan Anda dan tuliskan didalam CV. Misal cetak tebal atau miring apa yang menjadi minat, kekuatan, prestasi, pengalaman organisasi atau part time work, asisten dosen, trainer, atau apapun yang ingin Anda tunjukkan. CV adalah pintu pertama untuk "ajang jualan" anda.

c. Buatlah kalimat julukan unik yang mencerminkan kekuatan karakter Anda, dan letakkan itu di paling atas dalam CV Anda. Misal " Integrity Finance Worker" atau "Fast Learner Secretary". Ini untuk memudahkan "brand" Anda menarik HRD untuk memanggil Anda interview.

3. Ikuti 1 atau 2 sertifikasi atau training tambahan sebagai "Added Value"

Coba ingat kembali minat kerja Anda dan cari training/sertifikasi yang sesuai. Ingatlah bahwa hal ini bukan sebagai cost, tapi investasi buat Anda. Tidak perlu yang mahal, tetapi hal yang Anda minati dan Anda yakin akan jadi "added value" dan modal buat Anda. Trust me, it works.

4. Perluas Networking & Update Informasi Loeongan Kerja

Rajin-rajin buka informasi lowongan kerja di koran, ikut milis lowongan kerja dan cari tahu persyaratan setiap karakter instansi. Perluas networking lewat teman-teman kampus, kepegawaian kampus, internet, milis, komunitas, asosiasi, dekati lagi keluarga besar, ikut reunian, dsb.

5. Buat CV & Surat lamaran yang berbeda untuk perusahaan yang bisnisnya berbeda.

Jangan asal copy paste CV dan surat lamaran, karena perusahaan akan menilai keseriusan Anda. Jika Anda masih belum tahu akan kelemahan dan kekuatan Anda, maka kemungkinan Anda akan melamar berbagai bidang yang berbeda-beda. Namun Anda jangan memberikan CV yang sama untuk bidang yang berbeda dan kepada 2 perusahaan yang berbeda karakter. Misal tertarik menjadi PNS, BUMN, NGO atau Swasta, akan mempunyai perbedaan dalam pendekatannya. Budaya tiap perusahaan menentukan karakter kepribadian tiap kandidat pegawainya.

6. Ikut Job Exhibition dan siapkan CV yang sesuai.

7. Sesuaikan perusahaan yang Anda pilih dengan minat bidang kerja Anda.

Biasanya minat Anda ada hubungannya dengan kepribadian Anda. Dan biasanya Perusahaan mencari pegawai yang core values pribadinya cocok dengan Budaya Perusahaannya.

Kesimpulannya, perusahaan juga akan mencari kandidat yang karakter kepribadiannya tidak jauh beda dengan Budaya Organisasinya. Misal : Anda tahu bahwa Anda orang yang dinamis, mudah bosan, adventurer. Maka coba utamakan untuk mengirim CV ke perusahaan yang punya karakter tersebut,misalnya retail, Media, atau FMCG. Jika Anda cenderung berkarakter kalem, suka kerja rutinitas dengan lingkungan yang structured, Anda bisa melamar ke perusahaan BUMN, atau PNS. Jika Anda ingin mengetahui Strength Weakness Anda, datanglah ke Psikolog untuk konsultasi karir Anda.

Sebenarnya apa yang menjadi acuan banyak perusahaan untuk merekrut karyawannya? Apakah keaktifan organisasinya atau nilai IP-nya?

Setiap perusahaan mempunyai standard yang berbeda-beda dalam merekrut karyawan. Namun sejauh ini di beberapa perusahaan mementingkan Attitude yang baik dibandingkan intelektualitas yang tinggi. Kembali lagi kepada kepentingan perusahaan.

Tidak ada panduan bahwa yang aktif organisasi akan lebih mudah dapet kerja dibanding yang nilai IP nya tinggi. Kalau kita tarik benang merah antara 2 karakter kandidat karyawan ini, maka hasilnya adalah, kompetensi mereka berbeda. Konkritnya begini :

a. Kalau perusahaan butuh orang Finance atau Auditor, biasanya lebih memilih yang IP nya tinggi dibanding yang punya background organisasi. Karena perusahaan butuh orang dengan kompetensi Analytical Thinking yang kuat. Tapi jika memang yang ber-IP tinggi itu juga berorganisasi, ya tidak masalah.

b. Kalau perusahaan butuh orang HR atau PR, maka daripada memanggil yang IP cumlaude, perusahaan memanggil yang aktif berorganisasi. Karena di bidang kerja tersebut butuh orang dengan kompetensi Teamwork & Customer Service yang kuat, yaitu karakter yang suka berinteraksi dengan orang lain.

Jadi tidak ada acuan baku tiap perusahaan untuk merekrut karyawannya. Setiap perusahaan merekrut karyawan dengan beberapa acuan sebagai berikut :

1. Bidang Kerja
2. Posisi yang ditawarkan
3. Visi Misi & Destination Statement Perusahaan
4. Budaya perusahaan

Selamat merintis karier!

Sumber: tribunnews.com
by : Rakatalenta
Gagal Dalam Berkarier Usai Derita Penyakit Excusitis, Baca Ini! - Ada banyak penyebab orang gagal dalam berkarya atau melakukan sesuatu. Salah satunya adalah karena penyakit pikiran yang bernama Excusitis. Apakah itu excusitis?

Excusitis adalah cara berpikir yang selalu mencari alasan-alasan dalam menghadapi sesuatu. Dan kecenderungannya adalah, alasan tersebut kemudian membatasi proses berkarya seseorang.

Seseorang yang berhasil, atau makin sukses, makin sedikit ia mencari alasan-alasan. Tetapi orang yang tidak berhasil atau gagal, karena tidak ada rencana kemana ia harus pergi, selalu mempunyai berbagai alasan untuk menjelaskan apa sebabnya mereka mengalami kegagalan.

Wanita karier

Belajar dari kehidupan orang-orang yang bisa mencapai kesuksesan, maka Anda akan menemukan ini : semua alasan-alasan yang disampaikan oleh orang yang tidak sukses, mungkin ada, tetapi tidak disebut-sebut oleh orang-orang yang sukses ini.

Sebagaimana halnya semua penyakit, excusitis akan makin parah jika tidak diobati dengan tepat dan seksama. Biasanya korban penyakit tersebut seringkali mengucapkan kalimat ini di dalam pikirannya, "Saya tidak melakukan yang seharusnya saya lakukan. Bagaimana ya caranya supaya saya tidak kehilangan muka? Barangkali saya bisa bilang sakit-sakitan, kurang pendidikan, terlalu tua, terlalu muda, kurang beruntung, istri saya membatasinya, cara keluarga saya mendidik saya..."

Sekali korban penyakit kegagalan ini telah memilih "alasan yang tepat", maka ia membuat alasan ini sebagai pegangan. Kemudian ia mempercayakan kepada alasan ini untuk menjelaskan pada diri sendiri dan orang lain, mengapa ia tidak maju-maju. Padahal tiap kali ia mengajukan alasan itu, maka alasan tersebut makin menghunjam alam bawah sadarnya. Pikiran positif atau negatif menjadi makin kuat kalau diulang-ulangi terus menerus.

Awalnya mereka tidak sadar bahwa alasan mereka tidak terlalu benar, tetapi makin diulangi makin yakinlah mereka bahwa akhirnya menjadi benar demikian, bahwa alibi-nya itu merupakan alasan sebenarnya dari kegagalannya.

Prosedur Utama dalam program berpikir sukses Anda adalah, menghapus dan melawan excusitis.

Salah satu dari beberapa penyakit excusitis adalah Intelligence Excusitis. Artinya, seseorang merasa tidak cerdas dibanding orang lain. Kalimat yang biasanya bermain dalam pikiran adalah " ahh, tapi kan diperlukan otak cemerlang untuk berhasil". Berbeda dengan excusitis yang lain, orang yang mengidap penyakit ini menderita secara diam-diam. Biasanya mereka merasakannya dalam hati. Kebanyakan kita melakukan dua kesalahan dasar mengenai intelegensi kita.

1. Kita meremehkan kekuatan otak kita

2. Kita terlalu menganggap hebat intelegensi orang lain

Karena kesalahan-kesalahan inilah, maka orang sering menganggap dirinya kurang berharga. Mereka tak kuasa menangani situasi-situasi berat karena merasa otaknya tak sampai. Lain halnya dengan orang yang tak mempedulikan apa itu intelegensi dan dialah yang bisa menangani macam-macam situasi dan masalah. Yang menjadi soal sebenarnya bukanlah berapa tingkat intelegensi yang dimilikinya, namun bagaimana cara kita menggunakan intelegensi yang kita miliki.

Jadi, Sikap dan cara berpikir yang mendukung intelegensi atau kekuatan berpikir Anda lebih penting daripada tingkat intelegensi itu sendiri. Perhatian dan semangat adalah faktor yang menentukan juga. Dengan sikap yang positif, optimistis dan kooperatif, orang yang mempunyai IQ 100 akan berpenghasilan lebih besar, mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang punya sikap negatif, pesimistis, tidak kooperatif dengan IQ 125.

Menekuni suatu bidang, menyelesaikan tugas dan proyek dengan tuntas, beradaptasi dengan perubahan dan bersikap positif adalah jauh lebih baik dan menguntungkan daripada intelegensi jenius tapi bersikap negatif.

Para peneliti melakukan studi pada orang-orang jenius yang mempunyai intelegensi abstrak, namun mereka malah tidak berhasil dalam berkarya. Ia memegang pekerjaan biasa karena takut tanggungjawab, tidak pernah menikah karena takut bercerai, tidak punya kawan karena tidak suka pada orang-orang, tidak mau berubah karena menganggap negatif hal baru, tidak pernah mau menanam modal karena takut uangnya hilang, dan sebagainya.

Orang seperti ini selalu berpikiran "tidak bisa", dan "tidak bisa". Ia tidak mengarahkan kekuatan pikirannya untuk menemukan cara agar sukses. Padahal sikap negatifnya inilah yang membuat dia menjadi sosok orang yang tidak menyenangkan, sehingga tidak mempunyai akses untuk maju menjadi lebih baik.

3 cara untuk menyembuhkan penyakit Excusitis adalah :

1. Jangan meremehkan kecerdasan Anda sendiri

Pusatkan pengetahuan Anda kepada kekuatan yang Anda miliki. Temukan bakat-bakat Anda yang unggul. Ingat, bukan tingkat IQ yang penting, namun bagaimana Anda menggunakan otak Anda sebagai pusat akal budi.

2. Sikap Anda jauh lebih penting dari kecerdasan Anda

Terapkan sikap positif ini di rumah dan di tempat kerja, dan dimanapun Anda berada. Tanamkan cara berpikir, "Saya akan berhasil meski banyak perubahan yang terjadi", "Saya tidak tahu jawaban itu, tapi saya dapat menemukan orang yang bisa menjawab hal tersebut dalam 10 menit", "Saya tahu itu sulit, tapi biarkan saya mencobanya."

3. Kecakapan berpikir adalah jauh lebih penting daripada kecakapan mengingat-ingat fakta.

Gunakan pikiran Anda untuk menciptakan dan mengembangkan gagasan-gagasan Anda. Jadi, apakah Anda menderita penyakit Excusitis?

Sumber: tribunnews.com
Posted on : Rabu, 12 Agustus 2015 [0] comments Label: , ,

Kisah Ahok Kecil diusir Dari Masjid Saat Ingin Belajar Ngaji

by : Rakatalenta
Kisah Ahok Kecil diusir Dari Masjid Saat Ingin Belajar Ngaji
Kisah Ahok Kecil diusir Dari Masjid Saat Ingin Belajar Ngaji - Dalam sambutan saat menghadiri acara kumpul (halaqah) para ulama se- Jakarta yang digelar di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedikit bercerita saat dirinya masih kecil, dan hendak mempelajari cara membaca Alquran.

Sebab, saat masa kecilnya di kampung halamannya, Belitung Timur, Ahok memang bersekolah dan belajar di sekolah Islam. Karena dinasihati oleh gurunya untuk belajar mengaji, maka Ahok pun dengan semangat menuju masjid selepas salat Isya.

"Saya diminta sama guru saya ngaji setelah salat Isya. Sayang, saya tidak boleh masuk ke masjid oleh orang yang pikirannya pendek. Katanya saya kafir," ujar Ahok di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Rabu (12/8).

Ahok mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Padahal, jika saja saat itu ia diizinkan masuk ke masjid dan belajar membaca Alquran, mungkin saja saat ini dirinya sudah mahir berbahasa Arab.

"Yang sangat saya sesali dalam hidup saya, saya tidak bisa bahasa Arab," ujar Ahok.

Maka, agar kejadian di masa kecilnya itu tak terulang pada anak-anak di DKI saat ini, Ahok berjanji akan membangun sekolah berbasis pemondokan di Yayasan Pondok Karya milik Pemprov DKU, yang bisa menampung 2.000 siswa. Hal serupa juga akan dilakukannya dengan SMK di kawasan JIC.

"Jadi nanti tidak hanya berilmu, tapi juga berakhlak. Saya yakin kalau IQ dan EQ saja tidak cukup. Kalau spiritualnya tidak bagus tidak akan jadi apa-apa," ujar Ahok.

"Kita dorong agar buat pemondokan. Harusnya orang yang hafal berapa juz Alquran harusnya bisa bahasa Arab. Nanti bisa bahasa Inggris, Arab, Mandarin dan bisa kuasa dunia kita," pungkasnya.

Sumber: liputan6.com