Latest News


More

Posted on : Minggu, 16 Agustus 2015 [0] comments Label: , ,

Rebut Juara Dunia, Hendra/Ahsan Jadi Kado HUT RI Ke-70

by : Rakatalenta
Rebut Juara Dunia, Hendra/Ahsan Jadi Kado HUT RI Ke-70 - Indonesia mencuri satu gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 melalui nomer ganda putera Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Turun di partai terakhir, Hendra/Ahsan menekuk pasangan China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, Minggu, 16 Agustus 2015.

Tidak butuh waktu lama bagi Hendra/Ahsan mengalahkan Liu/Qiu. Mereka hanya membutuhkan waktu selama 37 menit untuk memetik kemenangan dua set langsung, 21-17 dan 21-14.

 Rebut Juara Dunia, Hendra/Ahsan Jadi Kado HUT RI Ke-70

Sinyal kemenangan Hendra/Ahsan sudah terlihat di set pertama. Permainan di depan net yang nyaris sempurna diperagakan oleh Hendra. Dengan tenang, juara Olimpiade 2008 itu mengembalikan bola sehingga Liu/Qiu kerap mati langkah. Sedangkan, Ahsan bertugas menggebuk bola dari belakang. Hendra/Ahsan menutup set pertama dengan skor 21-17 untuk keunggulan tuan rumah.

Di set kedua, Hendra/Ahsan yang telah mengantongi kelemahan lawan mengajak bertarung dengan jarak dekat. Startegi Hendra/Ahsan berhasil. Berulang kali, pasangan China gagal menyebrangkan bola.

Skor yang cukup jauh di set kedua membuat seisi Istora mau runtuh. Kemenangan pun menjadi milik Hendra/Ahsan, 21-14. Dari segi rekor pertemuan, Hendra/Ahsan dan Liu/Qiu kini sama kuat dengan skor 2-2.

Ganda putera peringkat lima dunia ini merebut Kejuaraan Dunia untuk kali kedua. Dua tahun lalu, Hendra/Ahsan menumbangkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Morgensen.

"Kemenangan ini kami persembahkan sebagai Kado HUT RI yang 17 Agustus besok," kata Hendra ketika diwawancara FOX Sports usai pertandingan. "Juara ini sangat spesial, karena kami juga meraihnya di Jakarta," sambung pebulutangkis asal Pemalang, Jawa Tengah ini.

Sukses Hendra/Ahsan sekaligus menyelamatkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015. Indonesia nyaris tanpa gelar setelah tiga nomor ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri harus terhenti di partai semifinal.

Sumber: liputan6.com

by : Rakatalenta
Siapa Sangka Yuhan Tan, Pebulu Tangkis Belgia Ini Ternyata Orang Bandung - BWF World Championship merupakan salah satu ajang bulu tangkis bergengsi di dunia. Turnamen badminton ini pertama kali diadakan pada tahun 1977 dan masih berlangsung hingga sekarang. Tahun ini, BWF World Championship berlangsung di Jakarta.

Selain diikuti oleh pebulu tangkis tangguh asal Indonesia, pebulut angkis dunia juga ambil bagian di ajang ini. Siapa sangka, bagi beberapa pemain, ajang ini bak momen pulang kampung.

Siapa Sangka Yuhan Tan, Pebulu Tangkis Belgia Ini Ternyata Orang Bandung

Ya, beberapa pemain bulu tangkis dunia tersebut ternyata masih memiliki ikatan dengan Indonesia. Salah satunya adalah pebulu tangkis asal Belgia, Yuhan Tan.

Yuhan Tan merupakan pemain bulu tangkis kidal yang lahir pada tanggal 21 April 1987 di Bilzen, Belgia. Pria yang satu ini nyatanya telah menjuarai turnamen Bulu tangkis Belgia sebanyak delapan kali. Hal ini menjadikan Yuhan pebulu tangkis pria paling sukses dalam sejarah olahraga Belgia. Tak hanya itu, Yuhan juga menjadi pemain tunggal putra termuda yang lolos ke Olimpiade 2008 di Beijing.

Meski lahir di Belgia, Yuhan masih sering datang ke Indonesia. Ayahnya yang orang Bandung serta banyaknya keluarga yang masih tinggal di Bandunglah yang membuatnya sering ke Indonesia.

Yuhan yang fasih berbahasa Indonesia ini mengaku dikenalkan pada bulu tangkis oleh ayahnya sendiri. Sejak kecil, ia sering bermain dengan ayahnya dan lanjut fokus bermain hingga menjuarai beberapa turnamen.

Menurut Yuhan, di Belgia sangat susah untuk mendapatkan sparing partner. Seringkali ia mesti ke Luxemburg untuk mencari lawan yang seimbang. Meski level pemain di Belgia masih jauh dari pemain Indonesia, namun bagi Yuhan PBSI Belgia memiliki struktur yang cukup bagus.

Kultur masyarakat Belgia yang lebih mementingkan pendidikan jugalah yang membuat bulu tangkis di Belgia tak terlalu populer. Di Belgia, sepak bola lebih populer dibanding badminton.

Meski fokus terhadap bulu tangkis, Yuhan tak melupakan pendidikannya. Saat ini, mahasiswa kedokteran di Universitas Maastricht ini bahkan mesti berpandai-pandai membagi waktu. Sebab, ia pun tengah menjalani koas.

Yuhan sendiri mengakui jika mesti memilih, ia akan memilih menjadi dokter ketimbang pebulu tangkis. Ketertarikannya terhadap bidang kedokteran serta keinginannya mengambil spesialis bedahlah alasannya. Karenanya, sulit baginya untuk tetap berkarier sebagai pebulu tangkis.

Sumber: liputan6.com