by : Rakatalenta
1. Menasihati
Berikan pandangan padanya tentang masa depan. Jelaskan risiko yang akan dia hadapi jika dia masih terus bersikap kekanakan dan kurang bertanggung jawab. Saat menasihatinya, Anda tidak perlu memberikan tuntutan agar dia harus segera berubah. Dengan nasihat yang lembut, mungkin si dia perlahan-lahan bisa berpikir lebih dewasa.
2. Bersikap Tegas
Terkadang bersikap tegas juga dibutuhkan untuk 'mencambuk' pria yang masih kekanak-kanakan. Katakan padanya bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya yang kurang dewasa atau kurang bertanggung jawab seperti itu. Tegaskan padanya bahwa hubungan dibutuhkan dua orang yang bekerja, bukan hanya Anda yang lebih banyak memiliki ide atau visi dalam hubungan tersebut.
3. Saatnya Bertanya Pada Diri Sendiri
Jika segala cara sudah Anda bicarakan pada kekasih, namun si dia tidak juga berubah setelah sekian lama, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda siap jika terus berhubungan dengan pria yang masih kekanakan tersebut? Anda harus memikirkan hubungan ke depannya, apakah hubungan akan berhasil atau memang harus berhenti di sini.
Sumber: detik.com
Ini Cara Menghadapi Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan - Setiap Kekasih atau Istri yang Masih Kekanakan pasti Anda menginginkan sebuah hubungan berakhir ke arah yang lebih serius. Tapi, hubungan tersebut akan lebih sulit tercapai jika memiliki kekasih yang masih kekanak-kanakan.
Kekasih atau Istri kekanakan bukan hanya ditandai dia manja atau 'anak mama', namun banyak tanda lain yang menunjukkan bahwa kekasih Anda cenderung kekanakan. Hidupnya yang tidak terencana, masih sering berpesta di klub malam atau masih menganggur, itu tanda-tanda bahwa si dia tidak bertanggung jawab yang artinya masih kekanak-kanakan. Ketika memiliki kekasih seperti itu, ini cara menyikapinya.
1. Menasihati
Berikan pandangan padanya tentang masa depan. Jelaskan risiko yang akan dia hadapi jika dia masih terus bersikap kekanakan dan kurang bertanggung jawab. Saat menasihatinya, Anda tidak perlu memberikan tuntutan agar dia harus segera berubah. Dengan nasihat yang lembut, mungkin si dia perlahan-lahan bisa berpikir lebih dewasa.
2. Bersikap Tegas
Terkadang bersikap tegas juga dibutuhkan untuk 'mencambuk' pria yang masih kekanak-kanakan. Katakan padanya bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya yang kurang dewasa atau kurang bertanggung jawab seperti itu. Tegaskan padanya bahwa hubungan dibutuhkan dua orang yang bekerja, bukan hanya Anda yang lebih banyak memiliki ide atau visi dalam hubungan tersebut.
3. Saatnya Bertanya Pada Diri Sendiri
Jika segala cara sudah Anda bicarakan pada kekasih, namun si dia tidak juga berubah setelah sekian lama, tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda siap jika terus berhubungan dengan pria yang masih kekanakan tersebut? Anda harus memikirkan hubungan ke depannya, apakah hubungan akan berhasil atau memang harus berhenti di sini.
Sumber: detik.com
by : Rakatalenta
Negara Ini Datang Ke Indonesia Ingin Berguru ke Menteri Susi - Gebrakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberantas pencurian ikan ilegal atau illegal fishing ternyata menjadi sorotan dunia. Setelah Menteri Susi menerapkan beberapa kebijakan dan berhasil, banyak negara mengunjungi Indonesia untuk meminta bertemu dengan Menteri Susi untuk berguru mengenai pemberantasan illegal fishing.
Saat berbincang dengan wartawan di ruangannya, Susi bercerita beberapa negara telah bertemu dengannya untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil laut dengan cara menindak tegas para pencuri ikan.
"Kemarin ada Dubes Kolombia yang ke sini, juga ada Chili, Papua Nugini dan masih banyak, mereka mengakui bahwa yang terlihat sangat frontal soal illegal fishing itu kita, ini jadi sorotan dunia," kata Susi, Selasa (11/8/2015).
Beberapa hal yang diceritakan Susi kepada para pejabat negara yang menemuinya tersebut adalah pemerintah Indonesia telah melakukan moratorium perizinan tangkap ikan asing dan pelarangan aktifitas bongkar muat di tengah laut.
Dari dua kebijakan tersebut menimbulkan multiple effect yang luar biasa bagi Indonesia. Selain secara drastis kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal tak lagi menangkap ikan di perairan Indonesia, juga terbongkarnya aksi perbudakan yang dilakukan para pelaku industri perikanan.
"Dengan Papua Nugini kami akan ada kerja sama mengenai pertukaran data satelit untuk pengawasan, meningkatkan hasil laut mereka," tegasnya.
Menurut Susi, pihaknya dengan senang hati akan berbagi pengalaman mengenai pemberantasan illegal fishing tersebut. Hanya saja, jika ada peluang mengenai kerja sama yang saling menguntungkan, itu menjadi poin positif yang akan terus ditindaknjuti.
Sumber: liputan6.com
Saat berbincang dengan wartawan di ruangannya, Susi bercerita beberapa negara telah bertemu dengannya untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil laut dengan cara menindak tegas para pencuri ikan.
"Kemarin ada Dubes Kolombia yang ke sini, juga ada Chili, Papua Nugini dan masih banyak, mereka mengakui bahwa yang terlihat sangat frontal soal illegal fishing itu kita, ini jadi sorotan dunia," kata Susi, Selasa (11/8/2015).
Beberapa hal yang diceritakan Susi kepada para pejabat negara yang menemuinya tersebut adalah pemerintah Indonesia telah melakukan moratorium perizinan tangkap ikan asing dan pelarangan aktifitas bongkar muat di tengah laut.
Dari dua kebijakan tersebut menimbulkan multiple effect yang luar biasa bagi Indonesia. Selain secara drastis kapal-kapal asing penangkap ikan ilegal tak lagi menangkap ikan di perairan Indonesia, juga terbongkarnya aksi perbudakan yang dilakukan para pelaku industri perikanan.
"Dengan Papua Nugini kami akan ada kerja sama mengenai pertukaran data satelit untuk pengawasan, meningkatkan hasil laut mereka," tegasnya.
Menurut Susi, pihaknya dengan senang hati akan berbagi pengalaman mengenai pemberantasan illegal fishing tersebut. Hanya saja, jika ada peluang mengenai kerja sama yang saling menguntungkan, itu menjadi poin positif yang akan terus ditindaknjuti.
Sumber: liputan6.com
Posted on :
Senin, 10 Agustus 2015
[0] comments Label:
Berita,
Hukum Politik,
Maia Estianty,
Selebriti
Maia Estianty Tantang Tri Risma di Pilkada Surabaya, Demokrat: Kita Tunggu Pakde Karwo
Maia Estianty Tantang Tri Risma di Pilkada Surabaya, Demokrat: Kita Tunggu Pakde Karwo - Partai Demokrat belum menentukan nama yang akan diusung sebagai pesaing Tri Rismaharini di Pilkada Surabaya.
DPP Demokrat masih menunggu laporan dari DPC dan DPD di Surabaya. "Kita menunggu dari Pakde Karwo (Soekarwo-Ketua DPD Demokrat Surabaya)," tutur Juru Bicara Demokrat Imelda Sari ketika dikonfirmasi, Senin (10/8/2015).
Imelda menjelaskan bila pihak DPD dan DPC telah memiliki nama yang diusung maka calon tersebut akan diproses di DPP Demokrat.
"Kita sedang menunggu. Saya belum dapat informasi," tuturnya.
Nama-nama yang masuk dalam bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yakni Rasiyo serta penyanyi Maia Estianty. Rasiyo adalah mantan birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang terakhir menjabat sebagai Sekdaprov. "Ada kabar yang beredar Rasiyo dan Maia, tapi saya belum dapat informasi dari DPC dan DPD," katanya.
Ia mengatakan calon yang diusung harus memiliki kapasitas dan popularitas sehingga dapat bersaing di Pilkada Surabaya.
Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat enggan mengikuti sikap politik koalisi Majapahit dalam proses pemilihan Wali Kota Surabaya.
Partai yang dipimpin mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memastikan akan mengusung pasangan calonnya sendiri.
Salah satu nama yang sempat menjadi pembahasan adalah, mantan isteri musisi Ahmad Dhani, Maia Estianty.
Informasi yang dihimpun nama personal Duo Ratu itu sempat disebut mendampingi Dhimam Abror, sebagai alternatif dari pasangan Rasiyo-Abror.
Informasi soal nama Maia itu pun dibenarkan oleh Dhimam Abror. Sayangnya, Calon Wali Kota dari kalangan praktisi media itu enggan membuka nama pasangan yang akhirnya disepakati berdasarkan pertemuan terakhir.
Sumber: tribunnews.com
DPP Demokrat masih menunggu laporan dari DPC dan DPD di Surabaya. "Kita menunggu dari Pakde Karwo (Soekarwo-Ketua DPD Demokrat Surabaya)," tutur Juru Bicara Demokrat Imelda Sari ketika dikonfirmasi, Senin (10/8/2015).
Imelda menjelaskan bila pihak DPD dan DPC telah memiliki nama yang diusung maka calon tersebut akan diproses di DPP Demokrat.
"Kita sedang menunggu. Saya belum dapat informasi," tuturnya.
Nama-nama yang masuk dalam bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yakni Rasiyo serta penyanyi Maia Estianty. Rasiyo adalah mantan birokrat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang terakhir menjabat sebagai Sekdaprov. "Ada kabar yang beredar Rasiyo dan Maia, tapi saya belum dapat informasi dari DPC dan DPD," katanya.
Ia mengatakan calon yang diusung harus memiliki kapasitas dan popularitas sehingga dapat bersaing di Pilkada Surabaya.
Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat enggan mengikuti sikap politik koalisi Majapahit dalam proses pemilihan Wali Kota Surabaya.
Partai yang dipimpin mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memastikan akan mengusung pasangan calonnya sendiri.
Salah satu nama yang sempat menjadi pembahasan adalah, mantan isteri musisi Ahmad Dhani, Maia Estianty.
Informasi yang dihimpun nama personal Duo Ratu itu sempat disebut mendampingi Dhimam Abror, sebagai alternatif dari pasangan Rasiyo-Abror.
Informasi soal nama Maia itu pun dibenarkan oleh Dhimam Abror. Sayangnya, Calon Wali Kota dari kalangan praktisi media itu enggan membuka nama pasangan yang akhirnya disepakati berdasarkan pertemuan terakhir.
Sumber: tribunnews.com
by : Rakatalenta
Orang-orang yang sering berdebat dengan teman-teman dan keluarga, atau
terlalu mengkhawatirkan orang yang mereka cintai mempunyai risiko
kematian dini hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan
orang-orang yang kurang argumentatif.
"Berdebat sesekali memang tidak menjadi masalah. Namun, bila sering melakukannya, akan berbahaya," ujar Rikke Lund, seorang peneliti sekaligus profesor sosiologi medis di Universitas Kopenhagen, Denmark.
Penelitian ini melibatkan sekitar 10.000 pria dan wanita dengan rentang usia 36-52 tahun yang diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai hubungan sosial mereka sehari-hari di tahun 2000.
Para partisipan ditanya tentang seberapa sering mereka mempunyai konflik dengan teman, tetangga, pasangan atau anak-anak mereka, serta apakah mereka memiliki kekhawatiran terhadap anggota keluarga atau teman-teman dan kekhawatiran akan tuntutan mereka.
Selama rentang waktu 11 tahun, 226 pria (6 persen) dan 196 (4 persen) telah meninggal. Hampir separuh dari kematian tersebut disebabkan oleh kanker, sisanya akibat kecelakaan, bunuh diri, penyakit jantung, dan penyakit hati akibat penyalahgunaan alkohol.
Data tersebut bisa diindikasikan bahwa orang-orang yang sering terlibat konflik dengan seseorang dalam lingkaran sosial mereka, mempunyai risiko meninggal hingga tiga kali lebih tinggi selama waktu penelitian dibandingkan dengan mereka yang jarang terlibat konflik.
Di sisi lain, para peserta yang melaporkan mempunyai kekhawatiran terhadap keluarga atau orang terdekatnya memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 5 hingga 100 persen.
Menurut Lund, rasa khawatir terhadap orang-orang yang kita cintai memang sudah menjadi karakter manusia. Hanya saja, apabila kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk masalah tersebut, tentunya hal itu bisa menjadi tidak sehat.
Lund mengatakan, perdebatan berkepanjangan dan khawatir berlebihan dapat memicu stres. Hal inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung yang berujung pada kematian dini.
Itulah beberapa efek negatif dari terlalu seringnya berdebat dan rasa kekhawatiran berlebihan terhadap orang yang kita cintai. Oleh sebab itu, hindarilah hal-hal tersebut sebisa mungkin agar tidak menyebabkan stres yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kesehatan anda secara keseluruhan. [ArtikelKesehatan]
"Berdebat sesekali memang tidak menjadi masalah. Namun, bila sering melakukannya, akan berbahaya," ujar Rikke Lund, seorang peneliti sekaligus profesor sosiologi medis di Universitas Kopenhagen, Denmark.
Penelitian ini melibatkan sekitar 10.000 pria dan wanita dengan rentang usia 36-52 tahun yang diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai hubungan sosial mereka sehari-hari di tahun 2000.
Para partisipan ditanya tentang seberapa sering mereka mempunyai konflik dengan teman, tetangga, pasangan atau anak-anak mereka, serta apakah mereka memiliki kekhawatiran terhadap anggota keluarga atau teman-teman dan kekhawatiran akan tuntutan mereka.
Selama rentang waktu 11 tahun, 226 pria (6 persen) dan 196 (4 persen) telah meninggal. Hampir separuh dari kematian tersebut disebabkan oleh kanker, sisanya akibat kecelakaan, bunuh diri, penyakit jantung, dan penyakit hati akibat penyalahgunaan alkohol.
Data tersebut bisa diindikasikan bahwa orang-orang yang sering terlibat konflik dengan seseorang dalam lingkaran sosial mereka, mempunyai risiko meninggal hingga tiga kali lebih tinggi selama waktu penelitian dibandingkan dengan mereka yang jarang terlibat konflik.
Di sisi lain, para peserta yang melaporkan mempunyai kekhawatiran terhadap keluarga atau orang terdekatnya memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 5 hingga 100 persen.
Menurut Lund, rasa khawatir terhadap orang-orang yang kita cintai memang sudah menjadi karakter manusia. Hanya saja, apabila kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk masalah tersebut, tentunya hal itu bisa menjadi tidak sehat.
Lund mengatakan, perdebatan berkepanjangan dan khawatir berlebihan dapat memicu stres. Hal inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung yang berujung pada kematian dini.
Itulah beberapa efek negatif dari terlalu seringnya berdebat dan rasa kekhawatiran berlebihan terhadap orang yang kita cintai. Oleh sebab itu, hindarilah hal-hal tersebut sebisa mungkin agar tidak menyebabkan stres yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kesehatan anda secara keseluruhan. [ArtikelKesehatan]
by : Rakatalenta
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto ditantang warga Solo untuk mau menandatangani sumpah mati untuk tidak korupsi bila terpilih nanti. Jika terbukti korupsi, maka keduanya harus rela mati atau dihukum mati.
Selain itu, kedua capres itu juga dituntut berani memberikan hukuman mati kepada pelaku korupsi.
Bambang Saptono, koordinator aksi merasa prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Korupsi di Indonesia sudah merajalela dari kalangan atas sampai tingkat bawah.
"Jokowi dan Prabowo harus berani menandatangani sumpah mati ini. Mereka harus berani menyatakan diri sebagai orang antikorupsi. Harus berani mati jika korupsi. Harus berani menghukum mati pelaku korupsi," teriak Bambang, saat berorasi sambil memanggul keranda mayat, di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/5).
Menurut Bambang, capres yang baik adalah capres antikorupsi, berani mati dan mau menegakkan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Capres seperti itulah, kata Bambang, yang akan dipilih oleh rakyat.
Usai melakukan aksinya, Bambang dan beberapa kawannya melakukan tabur bunga di atas keranda mayat. Mereka membawa spanduk dan keranda mayat, berjalan menuju Kantor Pos Besar Solo, yang hanya berjarak 200 meter.
Dua spanduk yang berisi tulisan sumpah mati capres untuk ditandatangani Jokowi dan Prabowo, dimasukkan menjadi satu dalam keranda.
"Keranda dan draft tanda tangan sumpah mati ini kita kirimkan ke KPU pusat. Nanti agar ditandatangani oleh Jokowi dan Prabowo," katanya. [Merdeka]
Selain itu, kedua capres itu juga dituntut berani memberikan hukuman mati kepada pelaku korupsi.
Bambang Saptono, koordinator aksi merasa prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Korupsi di Indonesia sudah merajalela dari kalangan atas sampai tingkat bawah.
"Jokowi dan Prabowo harus berani menandatangani sumpah mati ini. Mereka harus berani menyatakan diri sebagai orang antikorupsi. Harus berani mati jika korupsi. Harus berani menghukum mati pelaku korupsi," teriak Bambang, saat berorasi sambil memanggul keranda mayat, di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/5).
Menurut Bambang, capres yang baik adalah capres antikorupsi, berani mati dan mau menegakkan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Capres seperti itulah, kata Bambang, yang akan dipilih oleh rakyat.
Usai melakukan aksinya, Bambang dan beberapa kawannya melakukan tabur bunga di atas keranda mayat. Mereka membawa spanduk dan keranda mayat, berjalan menuju Kantor Pos Besar Solo, yang hanya berjarak 200 meter.
Dua spanduk yang berisi tulisan sumpah mati capres untuk ditandatangani Jokowi dan Prabowo, dimasukkan menjadi satu dalam keranda.
"Keranda dan draft tanda tangan sumpah mati ini kita kirimkan ke KPU pusat. Nanti agar ditandatangani oleh Jokowi dan Prabowo," katanya. [Merdeka]
by : Rakatalenta
Partai Demokrat membuka kesempatan kedua capres yakni Jokowi dan Prabowo
Subianto untuk memaparkan visi, misi dan program pada 1 Juni mendatang.
Peluang tersebut dibuka Partai Demokrat untuk melihat potensi merapat
ke salah satu kubu koalisi.
Hal ini dinilai bertentangan dengan komitmen Partai Demokrat sebelumnya, di mana hasil Rapimnas 18 Mei lalu mayoritas kader Partai Demokrat memilih untuk bersikap netral. Dengan sikapnya ini, tidak sedikit masyarakat yang menganggap Partai Demokrat 'galau'.
Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai langkah Partai Demokrat tersebut bukan galau, melainkan sedang menjalankan suatu strategi tertentu.
"Strategi yang dimainkan SBY itu bagus sekali," kata Emrus kepada merdeka.com, Kamis (29/5).
Emrus menjelaskan, hasil Rapimnas memang menyatakan bahwa sebesar 21 persen suara kader Partai Demokrat ingin berkoalisi dengan Partai Golkar apabila dimungkinkan, 22 persen suara kader Partai Demokrat ingin berkoalisi dengan Gerindra dan sebanyak 56 persen kader ingin netral.
"Tapi jangan lupa Rapimnas ini kan juga memberi wewenang kepada SBY untuk memutuskan netral atau merapat ke Gerindra. Masih mungkin juga SBY merapat ke PDIP walau hasil Rapimnas 0 persen (kader yang memilih Jokowi)," jelas Ermus.
Saat ini, lanjut Ermus, SBY sedang memanfaatkan kewenangannya tersebut untuk membawa Partai Demokrat berlabuh ke salah satu kubu koalisi. Ermus menilai, secara kultural, Partai Demokrat serupa dengan PDIP. Sosok Megawati sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan PDIP, begitu juga Partai Demokrat dengan sosok SBY.
Peran SBY yang sangat besar di Partai Demokrat ditambah dengan 10 persen perolehan suara Partai Demokrat dalam Pileg lalu, menjadikan Partai Demokrat sebagai penentu kemenangan salah satu pasangan capres-cawapres.
"Ketokohan SBY di Demokrat sama dengan Megawati di PDIP. Penentu kemenangan pilpres mendatang adalah SBY, SBY adalah ahli strategi. SBY kelihatannya plintat plintut, tapi ternyata tidak," tutup Ermus. [Merdeka]
Hal ini dinilai bertentangan dengan komitmen Partai Demokrat sebelumnya, di mana hasil Rapimnas 18 Mei lalu mayoritas kader Partai Demokrat memilih untuk bersikap netral. Dengan sikapnya ini, tidak sedikit masyarakat yang menganggap Partai Demokrat 'galau'.
Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai langkah Partai Demokrat tersebut bukan galau, melainkan sedang menjalankan suatu strategi tertentu.
"Strategi yang dimainkan SBY itu bagus sekali," kata Emrus kepada merdeka.com, Kamis (29/5).
Emrus menjelaskan, hasil Rapimnas memang menyatakan bahwa sebesar 21 persen suara kader Partai Demokrat ingin berkoalisi dengan Partai Golkar apabila dimungkinkan, 22 persen suara kader Partai Demokrat ingin berkoalisi dengan Gerindra dan sebanyak 56 persen kader ingin netral.
"Tapi jangan lupa Rapimnas ini kan juga memberi wewenang kepada SBY untuk memutuskan netral atau merapat ke Gerindra. Masih mungkin juga SBY merapat ke PDIP walau hasil Rapimnas 0 persen (kader yang memilih Jokowi)," jelas Ermus.
Saat ini, lanjut Ermus, SBY sedang memanfaatkan kewenangannya tersebut untuk membawa Partai Demokrat berlabuh ke salah satu kubu koalisi. Ermus menilai, secara kultural, Partai Demokrat serupa dengan PDIP. Sosok Megawati sangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan PDIP, begitu juga Partai Demokrat dengan sosok SBY.
Peran SBY yang sangat besar di Partai Demokrat ditambah dengan 10 persen perolehan suara Partai Demokrat dalam Pileg lalu, menjadikan Partai Demokrat sebagai penentu kemenangan salah satu pasangan capres-cawapres.
"Ketokohan SBY di Demokrat sama dengan Megawati di PDIP. Penentu kemenangan pilpres mendatang adalah SBY, SBY adalah ahli strategi. SBY kelihatannya plintat plintut, tapi ternyata tidak," tutup Ermus. [Merdeka]
by : Rakatalenta
Persaingan antar capres menghangat. Prabowo dan Jokowi saling melempar sindiran.
Prabowo Subianto mengibaratkan kubunya sebagai Pandawa dalam perang Baratayuda. Dia meminta pendukungnya untuk meyakinkan rakyat siapa sesungguhnya kubu Kurawa.
"Kita ingin kita tegar kalau ada yang menyebar black campaign tidak usah kita balas. Semakin jahat, kita balas dengan kebaikan. Yakinkan kita ksatria pandawa, yakinkan rakyat siapa yang Kurawa dan siapa yang diridhoi Allah SWT," ujar Prabowo di Bandung, Selasa (28/5).
Prabowo menambahkan, hati boleh panas tetapi kepala tetap dingin dan tenang. "Karena kita berada di jalan yang benar. Bukan mereka-mereka yang ingkar janji," ujarnya.
Selain itu Prabowo juga menyindir Jakarta yang masih macet dan banjir. Namun Jokowi pun tak tinggal diam. Dia balik menyindir Prabowo.
Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) menilai, lawannya dalam pemilihan presiden (Pilpres) mendatang, Prabowo Subianto adalah lawan tangguh. Terlebih beberapa partai besar berkoalisi dan mendukung Prabowo.
"Sekarang ini kita memang bertanding dengan lawan tanding yang tanggung. Partainya besar-besar ada di sana," katanya di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (29/5).
Selain didampingi partai besar, Jokowi mengatakan, Prabowo juga memiliki keuangan yang lebih besar. Namun, bukan berarti membuatnya pesimis.?
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengingatkannya agar tidak gentar dan terus melanjutkan bersaing dalam Pilpres 9 Juli mendatang.
"Finansialnya di sana juga banyak. Takut ndak? Ra popo. Gak papa saya sudah dipesan oleh Ketua Umum Bu Mega, jangan takut, bergerak maju terus pantang mundur. Jangan takut," tegasnya.
Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada para kader dan relawan untuk memaksimalkan pergerakan selama empat puluh hari terakhir.
Dia mengharapkan agar para relawan mendatangi para warga lain dari pintu ke pintu untuk menyakinkan mereka. Agar dapat memilih dirinya dan pasangannya Jusuf Kalla (JK) pada 9 Juli mendatang.
"Tapi ingat sekarang kita tinggal 40 hari hati-hati saya hanya titip setelah pulang dari ini, seluruh kader partai koalisi dan seluruh relawan bergerak bersama-sama. Pekerjaan kita apa? Dari pintu ke pintu datengi satu persatu datangi per orang," tutupnya.
Jokowi sebut pasangannya trendsetter, Prabowo-Hatta ikut-ikut
Pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Jusuf Kalla (JK) melaunching baju kampanyenya. Jokowi menggunakan baju kotak-kotak, sementara JK menggunakan kemeja putih.
Jokowi mengungkapkan, awalnya memang pasangan ini sepakat menggunakan baju putih-putih. Namun ternyata, hal ini sudah diikuti oleh pasangan Prabowo-Hatta.
"Kemarin kan kita pake putih-putih, eh di sana (Prabowo-Hatta) juga pakai putih-putih," ujar Jokowi di Rakernas NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (27/5).
Jokowi bahkan percaya diri bahwa gayanya itu menjadi trendsetter. Sehingga diikuti oleh pasangan Prabowo-Hatta. Oleh sebab itu, akhirnya dia memutuskan untuk mengganti konsep kampanye dengan kemeja kotak-kotak dan kemeja putih.
"Trendsetternya tuh kita sebetulnya sananya follower, tapi okelah ya sudah kita membangun sebuah diferensiasi yang jelas," tutur dia. [Merdeka]
Prabowo Subianto mengibaratkan kubunya sebagai Pandawa dalam perang Baratayuda. Dia meminta pendukungnya untuk meyakinkan rakyat siapa sesungguhnya kubu Kurawa.
"Kita ingin kita tegar kalau ada yang menyebar black campaign tidak usah kita balas. Semakin jahat, kita balas dengan kebaikan. Yakinkan kita ksatria pandawa, yakinkan rakyat siapa yang Kurawa dan siapa yang diridhoi Allah SWT," ujar Prabowo di Bandung, Selasa (28/5).
Prabowo menambahkan, hati boleh panas tetapi kepala tetap dingin dan tenang. "Karena kita berada di jalan yang benar. Bukan mereka-mereka yang ingkar janji," ujarnya.
Selain itu Prabowo juga menyindir Jakarta yang masih macet dan banjir. Namun Jokowi pun tak tinggal diam. Dia balik menyindir Prabowo.
Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) menilai, lawannya dalam pemilihan presiden (Pilpres) mendatang, Prabowo Subianto adalah lawan tangguh. Terlebih beberapa partai besar berkoalisi dan mendukung Prabowo.
"Sekarang ini kita memang bertanding dengan lawan tanding yang tanggung. Partainya besar-besar ada di sana," katanya di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (29/5).
Selain didampingi partai besar, Jokowi mengatakan, Prabowo juga memiliki keuangan yang lebih besar. Namun, bukan berarti membuatnya pesimis.?
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengingatkannya agar tidak gentar dan terus melanjutkan bersaing dalam Pilpres 9 Juli mendatang.
"Finansialnya di sana juga banyak. Takut ndak? Ra popo. Gak papa saya sudah dipesan oleh Ketua Umum Bu Mega, jangan takut, bergerak maju terus pantang mundur. Jangan takut," tegasnya.
Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada para kader dan relawan untuk memaksimalkan pergerakan selama empat puluh hari terakhir.
Dia mengharapkan agar para relawan mendatangi para warga lain dari pintu ke pintu untuk menyakinkan mereka. Agar dapat memilih dirinya dan pasangannya Jusuf Kalla (JK) pada 9 Juli mendatang.
"Tapi ingat sekarang kita tinggal 40 hari hati-hati saya hanya titip setelah pulang dari ini, seluruh kader partai koalisi dan seluruh relawan bergerak bersama-sama. Pekerjaan kita apa? Dari pintu ke pintu datengi satu persatu datangi per orang," tutupnya.
Jokowi sebut pasangannya trendsetter, Prabowo-Hatta ikut-ikut
Pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-Jusuf Kalla (JK) melaunching baju kampanyenya. Jokowi menggunakan baju kotak-kotak, sementara JK menggunakan kemeja putih.
Jokowi mengungkapkan, awalnya memang pasangan ini sepakat menggunakan baju putih-putih. Namun ternyata, hal ini sudah diikuti oleh pasangan Prabowo-Hatta.
"Kemarin kan kita pake putih-putih, eh di sana (Prabowo-Hatta) juga pakai putih-putih," ujar Jokowi di Rakernas NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (27/5).
Jokowi bahkan percaya diri bahwa gayanya itu menjadi trendsetter. Sehingga diikuti oleh pasangan Prabowo-Hatta. Oleh sebab itu, akhirnya dia memutuskan untuk mengganti konsep kampanye dengan kemeja kotak-kotak dan kemeja putih.
"Trendsetternya tuh kita sebetulnya sananya follower, tapi okelah ya sudah kita membangun sebuah diferensiasi yang jelas," tutur dia. [Merdeka]







