by : Rakatalenta
Minggu (19/6), waktu di jarum jam menunjukkan pukul 01.37 WITA. Di kawasan pusat pertokoan Citra Niaga di antaranya Jalan Niaga Timur dan Jalan Niaga Selatan, tidak kurang tujuh wanita berpakaian minim terlihat di temaramnya lampu penerang jalan.
Ada yang sembunyi malu-malu di pojokan ruko. Ada juga yang mejeng di pinggir jalan sambil mengisap dalam-dalam tembakau di tangan kanannya. Wewangian semerbak pun menusuk saraf, begitu menyengat. Cuaca dingin pagi ini, benar-benar terasa sengit. Sedikit was-was sambil sesekali diliput kekhawatiran.
"Cari kah mas?" sapa wanita itu, yang mengaku bernama Yanti.
Parasnya cantik. Tubuhnya semampai dengan rambut pendek sebahu. Tanpa malu, dia menawarkan jajanan diri dengan tarif bervariasi.
"Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Mainnya di hotel tapi mas. Habis main, balikin saya ke sini lagi," ujar Yanti, sambil membakar tembakaunya.
Wanita yang mengaku asal salah satu daerah di Jawa itu sempat mengajak mengobrol beberapa lama saatnya. Bahkan dia mengungkapkan alasan dia tetap menjajakan diri, meski di bulan Ramadan.
"Nggak bisa dibohongi mas. Lumayan mas, buat susu anak, buat makan. Kalau dapat (uang) cukup, bisa pulang kampung lebaran nanti," terang Yanti.
Obrolan terus berlanjut, manakala seorang rekannya lagi, ikut menghampiri, ikut nimbrung dalam perbincangan pagi ini. Yanti bercerita, menjalani pekerjaannya saat ini, disebabkan memang kebutuhan sehari-hari yang mesti terpenuhi.
"Iya, saya di sini dari jam 11 malam tadi. Sempat sekali ada dapat yang main tadi dengan saya, terus saya balik lagi ke sini," ucap Yanti.
"Mau gimana lagi mas. Kan di markas (lokalisasi) sudah ditutup. Terus kami juga perlu makan. Nggak mungkin mami terus biayai selain kita bisa usaha sendiri," kata rekan Yanti, Sania, menimpali.
Penampilan Sania, tidak kalah seksi pagi ini. Mereka berdua, memang khawatir sewaktu-waktu mereka bisa dirazia petugas Satpol PP, yang datang tiba-tiba. Apalagi, aktivitas mereka baru tahun ini nekat keluyuran di kawasan pertokoan Citra Niaga.
"Baru kali ini mas kita nongkrong di Citra. Puasaan tahun kemarin mana berani kita ke sini. Kita juga di sini sampai jam 3-an aja. Habis itu pulang, ya sahur," kata Yanti, enteng.
"Ya itu tadi, kalau uangnya cukup, bisa ntar buat pulang ke kampung. Kalau nggak cukup ya tetap di Samarinda," tambah Yanti.
Di pagi buta ini, terlihat dua pria bertubuh kekar, tampilan garang, seperti sedang mengawasi perbincangan sedari awal, sambil duduk di tunggangan masing-masing. Ternyata, kedua pria itu adalah tukang ojek, yang sejak awal Ramadan, jadi langganan antar jemput.
"Nggak apa-apa mas, itu tukang ojek. Jadi gimana mas, jadi beli (check in hotel). Saya turunin deh Rp 200 ribu," tawar Yanti ingin memastikan.
"Beneran ya mas, ditunggu lho ya. Bawa temannya," kata Sania.
Sekitar pukul 02.30 WITA, masih di kawasan yang sama, juga terlihat sejumlah waria, juga berpakaian minim. Sambil menempelkan ponsel di telinga, mereka tetap menggoda pemotor yang melintas di hadapan mereka.
Padahal memang, di bulan Ramadan tahun lalu, kawasan Citra Niaga yang dahulu pernah kesohor sebagai kawasan niaga berasitektur terbaik dunia peraih Aga Khan Award, nyaris tidak pernah terlihat wanita dan waria, menjajakan diri di pinggiran jalan, di emperan toko. Faktanya, alasan ekonomi, memaksa mereka tetap melakoni bisnis syahwat, meski mejeng di jalanan. (Merdeka)
Menelusuri TPS (Tempat Pembuangan Sperma) Bisnis Esek Di Samarinda Saat Ramadhan - Bulan Ramadan, tidak menyurutkan pekerja seks komersil (PSK) di Samarinda, Kalimantan Timur, tetap menjajakan diri demi mendapatkan rupiah. Urusan perut dan kebutuhan sehari-hari bagi mereka, tidak lagi bisa dibendung. Berikut kisahnya.
Minggu (19/6), waktu di jarum jam menunjukkan pukul 01.37 WITA. Di kawasan pusat pertokoan Citra Niaga di antaranya Jalan Niaga Timur dan Jalan Niaga Selatan, tidak kurang tujuh wanita berpakaian minim terlihat di temaramnya lampu penerang jalan.
Ada yang sembunyi malu-malu di pojokan ruko. Ada juga yang mejeng di pinggir jalan sambil mengisap dalam-dalam tembakau di tangan kanannya. Wewangian semerbak pun menusuk saraf, begitu menyengat. Cuaca dingin pagi ini, benar-benar terasa sengit. Sedikit was-was sambil sesekali diliput kekhawatiran.
"Cari kah mas?" sapa wanita itu, yang mengaku bernama Yanti.
Parasnya cantik. Tubuhnya semampai dengan rambut pendek sebahu. Tanpa malu, dia menawarkan jajanan diri dengan tarif bervariasi.
"Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Mainnya di hotel tapi mas. Habis main, balikin saya ke sini lagi," ujar Yanti, sambil membakar tembakaunya.
Wanita yang mengaku asal salah satu daerah di Jawa itu sempat mengajak mengobrol beberapa lama saatnya. Bahkan dia mengungkapkan alasan dia tetap menjajakan diri, meski di bulan Ramadan.
"Nggak bisa dibohongi mas. Lumayan mas, buat susu anak, buat makan. Kalau dapat (uang) cukup, bisa pulang kampung lebaran nanti," terang Yanti.
Obrolan terus berlanjut, manakala seorang rekannya lagi, ikut menghampiri, ikut nimbrung dalam perbincangan pagi ini. Yanti bercerita, menjalani pekerjaannya saat ini, disebabkan memang kebutuhan sehari-hari yang mesti terpenuhi.
"Iya, saya di sini dari jam 11 malam tadi. Sempat sekali ada dapat yang main tadi dengan saya, terus saya balik lagi ke sini," ucap Yanti.
"Mau gimana lagi mas. Kan di markas (lokalisasi) sudah ditutup. Terus kami juga perlu makan. Nggak mungkin mami terus biayai selain kita bisa usaha sendiri," kata rekan Yanti, Sania, menimpali.
Penampilan Sania, tidak kalah seksi pagi ini. Mereka berdua, memang khawatir sewaktu-waktu mereka bisa dirazia petugas Satpol PP, yang datang tiba-tiba. Apalagi, aktivitas mereka baru tahun ini nekat keluyuran di kawasan pertokoan Citra Niaga.
"Baru kali ini mas kita nongkrong di Citra. Puasaan tahun kemarin mana berani kita ke sini. Kita juga di sini sampai jam 3-an aja. Habis itu pulang, ya sahur," kata Yanti, enteng.
"Ya itu tadi, kalau uangnya cukup, bisa ntar buat pulang ke kampung. Kalau nggak cukup ya tetap di Samarinda," tambah Yanti.
Di pagi buta ini, terlihat dua pria bertubuh kekar, tampilan garang, seperti sedang mengawasi perbincangan sedari awal, sambil duduk di tunggangan masing-masing. Ternyata, kedua pria itu adalah tukang ojek, yang sejak awal Ramadan, jadi langganan antar jemput.
"Nggak apa-apa mas, itu tukang ojek. Jadi gimana mas, jadi beli (check in hotel). Saya turunin deh Rp 200 ribu," tawar Yanti ingin memastikan.
"Beneran ya mas, ditunggu lho ya. Bawa temannya," kata Sania.
Sekitar pukul 02.30 WITA, masih di kawasan yang sama, juga terlihat sejumlah waria, juga berpakaian minim. Sambil menempelkan ponsel di telinga, mereka tetap menggoda pemotor yang melintas di hadapan mereka.
Padahal memang, di bulan Ramadan tahun lalu, kawasan Citra Niaga yang dahulu pernah kesohor sebagai kawasan niaga berasitektur terbaik dunia peraih Aga Khan Award, nyaris tidak pernah terlihat wanita dan waria, menjajakan diri di pinggiran jalan, di emperan toko. Faktanya, alasan ekonomi, memaksa mereka tetap melakoni bisnis syahwat, meski mejeng di jalanan. (Merdeka)
by : Rakatalenta
Alat ini bernama Tongsis (Tongkat Narsis). Semua orang Indonesia pasti akrab dengan barang ini, ketenarannya bahkan mendunia. Tak heran, jika tahun 2014 lalu tongsis masuk majalah TIME. Lebih kerennya lagi tongkat ajaib yang bikin eksis ini ternyata berasal dari Indonesia.
Anindito Respati Giyardani adalah anak bangsa penemu dan yang memiliki hak paten tongsis. Pemilik website www.bababdito.com ini mendaftarkan hak patennya sejak 2012 silam.
Ya, kelahiran tongsis dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang-orang yang melakukan foto selfie dengan smartphone. Pengambilan foto yang kurang optimal ketika berwisata membuat orang-orang membutuhkan alat pendukung. Peluang ini akhirnya diambil oleh Anindito untuk melahirkan alat berbentuk tongkat yang bisa memanjang dan praktis dibawa.
Tak butuh waktu lama, manfaat dan keajaiban tongsis langsung bisa dirasakan banyak orang. Karena foto selfie yang cantik dan indah membuat objek wisata terekspos dengan baik, seseorang menjadi lebih bahagia dan eksis di dunia maya.
Keberadaan tongsis membuat istilah selfie semakin populer. Tidak tanggung-tanggung brand-brand besar baik dalam dan luar negeri memanfaatkan tren penggunaan Tongsis ini untuk mempromosikan produknya. Berbagai kompetisi lahir, berbagai hadiah bertebaran, semua orang bahagia dengan kemunculan tongsis.
Penobatan Tongsis sebagai 25 temuan terbaik dunia oleh Majalah TIME tahun 2014 merupakan sebuah apresiasi dan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia. Sang penemu dan pencipta asal Indonesia tersebut bisa menjadi inspirasi untuk generasi penerus Indonesia.
Sumber: liputan6.com
Tongsis, Dinobatkan Sebagai Salah Satu Temuan Terbaik Indonesia Versi Majalah TIME - Jakarta Tahun 2014, Selfie menjadi kata paling populer di masyarakat dunia. Kata ini muncul tak lepas dari kebiasaan orang-orang mengambil foto diri sendiri (selfie).
Masyarakat biasa, kalangan selebritis, pejabat hingga presiden juga ikut larut dalam fenomena selfie. Tak lama kemudian, muncul istilah wefie (Selfie bersama dalam satu ponsel).
Tingginya minat banyak orang melakukan selfie dan wefie mendorong munculnya sebuah alat untuk mendukung aktivitas ini menjadi sempurna.
Alat ini bernama Tongsis (Tongkat Narsis). Semua orang Indonesia pasti akrab dengan barang ini, ketenarannya bahkan mendunia. Tak heran, jika tahun 2014 lalu tongsis masuk majalah TIME. Lebih kerennya lagi tongkat ajaib yang bikin eksis ini ternyata berasal dari Indonesia.
Anindito Respati Giyardani adalah anak bangsa penemu dan yang memiliki hak paten tongsis. Pemilik website www.bababdito.com ini mendaftarkan hak patennya sejak 2012 silam.
Ya, kelahiran tongsis dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang-orang yang melakukan foto selfie dengan smartphone. Pengambilan foto yang kurang optimal ketika berwisata membuat orang-orang membutuhkan alat pendukung. Peluang ini akhirnya diambil oleh Anindito untuk melahirkan alat berbentuk tongkat yang bisa memanjang dan praktis dibawa.
Tak butuh waktu lama, manfaat dan keajaiban tongsis langsung bisa dirasakan banyak orang. Karena foto selfie yang cantik dan indah membuat objek wisata terekspos dengan baik, seseorang menjadi lebih bahagia dan eksis di dunia maya.
Keberadaan tongsis membuat istilah selfie semakin populer. Tidak tanggung-tanggung brand-brand besar baik dalam dan luar negeri memanfaatkan tren penggunaan Tongsis ini untuk mempromosikan produknya. Berbagai kompetisi lahir, berbagai hadiah bertebaran, semua orang bahagia dengan kemunculan tongsis.
Penobatan Tongsis sebagai 25 temuan terbaik dunia oleh Majalah TIME tahun 2014 merupakan sebuah apresiasi dan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia. Sang penemu dan pencipta asal Indonesia tersebut bisa menjadi inspirasi untuk generasi penerus Indonesia.
Sumber: liputan6.com
by : Rakatalenta
Belajar dari kehidupan orang-orang yang bisa mencapai kesuksesan, maka Anda akan menemukan ini : semua alasan-alasan yang disampaikan oleh orang yang tidak sukses, mungkin ada, tetapi tidak disebut-sebut oleh orang-orang yang sukses ini.
Sebagaimana halnya semua penyakit, excusitis akan makin parah jika tidak diobati dengan tepat dan seksama. Biasanya korban penyakit tersebut seringkali mengucapkan kalimat ini di dalam pikirannya, "Saya tidak melakukan yang seharusnya saya lakukan. Bagaimana ya caranya supaya saya tidak kehilangan muka? Barangkali saya bisa bilang sakit-sakitan, kurang pendidikan, terlalu tua, terlalu muda, kurang beruntung, istri saya membatasinya, cara keluarga saya mendidik saya..."
Sekali korban penyakit kegagalan ini telah memilih "alasan yang tepat", maka ia membuat alasan ini sebagai pegangan. Kemudian ia mempercayakan kepada alasan ini untuk menjelaskan pada diri sendiri dan orang lain, mengapa ia tidak maju-maju. Padahal tiap kali ia mengajukan alasan itu, maka alasan tersebut makin menghunjam alam bawah sadarnya. Pikiran positif atau negatif menjadi makin kuat kalau diulang-ulangi terus menerus.
Awalnya mereka tidak sadar bahwa alasan mereka tidak terlalu benar, tetapi makin diulangi makin yakinlah mereka bahwa akhirnya menjadi benar demikian, bahwa alibi-nya itu merupakan alasan sebenarnya dari kegagalannya.
Prosedur Utama dalam program berpikir sukses Anda adalah, menghapus dan melawan excusitis.
Salah satu dari beberapa penyakit excusitis adalah Intelligence Excusitis. Artinya, seseorang merasa tidak cerdas dibanding orang lain. Kalimat yang biasanya bermain dalam pikiran adalah " ahh, tapi kan diperlukan otak cemerlang untuk berhasil". Berbeda dengan excusitis yang lain, orang yang mengidap penyakit ini menderita secara diam-diam. Biasanya mereka merasakannya dalam hati. Kebanyakan kita melakukan dua kesalahan dasar mengenai intelegensi kita.
1. Kita meremehkan kekuatan otak kita
2. Kita terlalu menganggap hebat intelegensi orang lain
Karena kesalahan-kesalahan inilah, maka orang sering menganggap dirinya kurang berharga. Mereka tak kuasa menangani situasi-situasi berat karena merasa otaknya tak sampai. Lain halnya dengan orang yang tak mempedulikan apa itu intelegensi dan dialah yang bisa menangani macam-macam situasi dan masalah. Yang menjadi soal sebenarnya bukanlah berapa tingkat intelegensi yang dimilikinya, namun bagaimana cara kita menggunakan intelegensi yang kita miliki.
Jadi, Sikap dan cara berpikir yang mendukung intelegensi atau kekuatan berpikir Anda lebih penting daripada tingkat intelegensi itu sendiri. Perhatian dan semangat adalah faktor yang menentukan juga. Dengan sikap yang positif, optimistis dan kooperatif, orang yang mempunyai IQ 100 akan berpenghasilan lebih besar, mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang punya sikap negatif, pesimistis, tidak kooperatif dengan IQ 125.
Menekuni suatu bidang, menyelesaikan tugas dan proyek dengan tuntas, beradaptasi dengan perubahan dan bersikap positif adalah jauh lebih baik dan menguntungkan daripada intelegensi jenius tapi bersikap negatif.
Para peneliti melakukan studi pada orang-orang jenius yang mempunyai intelegensi abstrak, namun mereka malah tidak berhasil dalam berkarya. Ia memegang pekerjaan biasa karena takut tanggungjawab, tidak pernah menikah karena takut bercerai, tidak punya kawan karena tidak suka pada orang-orang, tidak mau berubah karena menganggap negatif hal baru, tidak pernah mau menanam modal karena takut uangnya hilang, dan sebagainya.
Orang seperti ini selalu berpikiran "tidak bisa", dan "tidak bisa". Ia tidak mengarahkan kekuatan pikirannya untuk menemukan cara agar sukses. Padahal sikap negatifnya inilah yang membuat dia menjadi sosok orang yang tidak menyenangkan, sehingga tidak mempunyai akses untuk maju menjadi lebih baik.
3 cara untuk menyembuhkan penyakit Excusitis adalah :
1. Jangan meremehkan kecerdasan Anda sendiri
Pusatkan pengetahuan Anda kepada kekuatan yang Anda miliki. Temukan bakat-bakat Anda yang unggul. Ingat, bukan tingkat IQ yang penting, namun bagaimana Anda menggunakan otak Anda sebagai pusat akal budi.
2. Sikap Anda jauh lebih penting dari kecerdasan Anda
Terapkan sikap positif ini di rumah dan di tempat kerja, dan dimanapun Anda berada. Tanamkan cara berpikir, "Saya akan berhasil meski banyak perubahan yang terjadi", "Saya tidak tahu jawaban itu, tapi saya dapat menemukan orang yang bisa menjawab hal tersebut dalam 10 menit", "Saya tahu itu sulit, tapi biarkan saya mencobanya."
3. Kecakapan berpikir adalah jauh lebih penting daripada kecakapan mengingat-ingat fakta.
Gunakan pikiran Anda untuk menciptakan dan mengembangkan gagasan-gagasan Anda. Jadi, apakah Anda menderita penyakit Excusitis?
Sumber: tribunnews.com
Gagal Dalam Berkarier Usai Derita Penyakit Excusitis, Baca Ini! - Ada banyak penyebab orang gagal dalam berkarya atau melakukan sesuatu. Salah satunya adalah karena penyakit pikiran yang bernama Excusitis. Apakah itu excusitis?
Excusitis adalah cara berpikir yang selalu mencari alasan-alasan dalam menghadapi sesuatu. Dan kecenderungannya adalah, alasan tersebut kemudian membatasi proses berkarya seseorang.
Seseorang yang berhasil, atau makin sukses, makin sedikit ia mencari alasan-alasan. Tetapi orang yang tidak berhasil atau gagal, karena tidak ada rencana kemana ia harus pergi, selalu mempunyai berbagai alasan untuk menjelaskan apa sebabnya mereka mengalami kegagalan.
Belajar dari kehidupan orang-orang yang bisa mencapai kesuksesan, maka Anda akan menemukan ini : semua alasan-alasan yang disampaikan oleh orang yang tidak sukses, mungkin ada, tetapi tidak disebut-sebut oleh orang-orang yang sukses ini.
Sebagaimana halnya semua penyakit, excusitis akan makin parah jika tidak diobati dengan tepat dan seksama. Biasanya korban penyakit tersebut seringkali mengucapkan kalimat ini di dalam pikirannya, "Saya tidak melakukan yang seharusnya saya lakukan. Bagaimana ya caranya supaya saya tidak kehilangan muka? Barangkali saya bisa bilang sakit-sakitan, kurang pendidikan, terlalu tua, terlalu muda, kurang beruntung, istri saya membatasinya, cara keluarga saya mendidik saya..."
Sekali korban penyakit kegagalan ini telah memilih "alasan yang tepat", maka ia membuat alasan ini sebagai pegangan. Kemudian ia mempercayakan kepada alasan ini untuk menjelaskan pada diri sendiri dan orang lain, mengapa ia tidak maju-maju. Padahal tiap kali ia mengajukan alasan itu, maka alasan tersebut makin menghunjam alam bawah sadarnya. Pikiran positif atau negatif menjadi makin kuat kalau diulang-ulangi terus menerus.
Awalnya mereka tidak sadar bahwa alasan mereka tidak terlalu benar, tetapi makin diulangi makin yakinlah mereka bahwa akhirnya menjadi benar demikian, bahwa alibi-nya itu merupakan alasan sebenarnya dari kegagalannya.
Prosedur Utama dalam program berpikir sukses Anda adalah, menghapus dan melawan excusitis.
Salah satu dari beberapa penyakit excusitis adalah Intelligence Excusitis. Artinya, seseorang merasa tidak cerdas dibanding orang lain. Kalimat yang biasanya bermain dalam pikiran adalah " ahh, tapi kan diperlukan otak cemerlang untuk berhasil". Berbeda dengan excusitis yang lain, orang yang mengidap penyakit ini menderita secara diam-diam. Biasanya mereka merasakannya dalam hati. Kebanyakan kita melakukan dua kesalahan dasar mengenai intelegensi kita.
1. Kita meremehkan kekuatan otak kita
2. Kita terlalu menganggap hebat intelegensi orang lain
Karena kesalahan-kesalahan inilah, maka orang sering menganggap dirinya kurang berharga. Mereka tak kuasa menangani situasi-situasi berat karena merasa otaknya tak sampai. Lain halnya dengan orang yang tak mempedulikan apa itu intelegensi dan dialah yang bisa menangani macam-macam situasi dan masalah. Yang menjadi soal sebenarnya bukanlah berapa tingkat intelegensi yang dimilikinya, namun bagaimana cara kita menggunakan intelegensi yang kita miliki.
Jadi, Sikap dan cara berpikir yang mendukung intelegensi atau kekuatan berpikir Anda lebih penting daripada tingkat intelegensi itu sendiri. Perhatian dan semangat adalah faktor yang menentukan juga. Dengan sikap yang positif, optimistis dan kooperatif, orang yang mempunyai IQ 100 akan berpenghasilan lebih besar, mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang punya sikap negatif, pesimistis, tidak kooperatif dengan IQ 125.
Menekuni suatu bidang, menyelesaikan tugas dan proyek dengan tuntas, beradaptasi dengan perubahan dan bersikap positif adalah jauh lebih baik dan menguntungkan daripada intelegensi jenius tapi bersikap negatif.
Para peneliti melakukan studi pada orang-orang jenius yang mempunyai intelegensi abstrak, namun mereka malah tidak berhasil dalam berkarya. Ia memegang pekerjaan biasa karena takut tanggungjawab, tidak pernah menikah karena takut bercerai, tidak punya kawan karena tidak suka pada orang-orang, tidak mau berubah karena menganggap negatif hal baru, tidak pernah mau menanam modal karena takut uangnya hilang, dan sebagainya.
Orang seperti ini selalu berpikiran "tidak bisa", dan "tidak bisa". Ia tidak mengarahkan kekuatan pikirannya untuk menemukan cara agar sukses. Padahal sikap negatifnya inilah yang membuat dia menjadi sosok orang yang tidak menyenangkan, sehingga tidak mempunyai akses untuk maju menjadi lebih baik.
3 cara untuk menyembuhkan penyakit Excusitis adalah :
1. Jangan meremehkan kecerdasan Anda sendiri
Pusatkan pengetahuan Anda kepada kekuatan yang Anda miliki. Temukan bakat-bakat Anda yang unggul. Ingat, bukan tingkat IQ yang penting, namun bagaimana Anda menggunakan otak Anda sebagai pusat akal budi.
2. Sikap Anda jauh lebih penting dari kecerdasan Anda
Terapkan sikap positif ini di rumah dan di tempat kerja, dan dimanapun Anda berada. Tanamkan cara berpikir, "Saya akan berhasil meski banyak perubahan yang terjadi", "Saya tidak tahu jawaban itu, tapi saya dapat menemukan orang yang bisa menjawab hal tersebut dalam 10 menit", "Saya tahu itu sulit, tapi biarkan saya mencobanya."
3. Kecakapan berpikir adalah jauh lebih penting daripada kecakapan mengingat-ingat fakta.
Gunakan pikiran Anda untuk menciptakan dan mengembangkan gagasan-gagasan Anda. Jadi, apakah Anda menderita penyakit Excusitis?
Sumber: tribunnews.com
by : Rakatalenta
Empire International, sebuah perusahaan yang mendistribusikan produk Tolak Angin di Amerika Serikat memberikan label 'Prop 65 Warning' yang artinya mengandung logam berat penyebab kanker. PT Sido Muncul lantas melayangkan teguran karena merasa dirugikan.
Foto-foto kemasan Tolak Angin yang masih ditempeli label 'Prop 65 Warning' sempat beredar di jejaring sosial dan menjadi perbincangan pengguna internet di tanah air. Artis cantik Sophia Latjuba bahkan ikut mem-posting foto tersebut di akun istagram miliknya.
Di Indonesia, Tolak Angin terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat tradisional 'herbal terstandar'. Uji toksisitas subkronik pada mencit dilakukan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2003.
Sumber: detik.com
Heboh Tolak Angin Dilabeli 'Warning' di AS, Sido Muncul Layangkan Teguran - Obat tradisional buatan PT Sido Muncul, Tolak Angin mendapat stiker 'Prop 65 Warning' di Amerika Serikat. Sempat heboh di jejaring sosial hingga akhirnya diklarifikasi oleh produsennya.
"Pihak yang mencantumkan stiker tersebut secara tertulis sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf serta melampirkan bukti hasil laboratorium," tulis Tiur Simamora, Corporate Secretary & Legal PT Sido Muncul dalam klarifikasinya, seperti dikutip Jumat (14/8/2015).
Empire International, sebuah perusahaan yang mendistribusikan produk Tolak Angin di Amerika Serikat memberikan label 'Prop 65 Warning' yang artinya mengandung logam berat penyebab kanker. PT Sido Muncul lantas melayangkan teguran karena merasa dirugikan.
Foto-foto kemasan Tolak Angin yang masih ditempeli label 'Prop 65 Warning' sempat beredar di jejaring sosial dan menjadi perbincangan pengguna internet di tanah air. Artis cantik Sophia Latjuba bahkan ikut mem-posting foto tersebut di akun istagram miliknya.
Di Indonesia, Tolak Angin terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat tradisional 'herbal terstandar'. Uji toksisitas subkronik pada mencit dilakukan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2003.
Sumber: detik.com
by : Rakatalenta
Saldo Hilang Rp 49 Juta Nasabah Bank Mandiri Dapat Transfer Masuk Rp 100 Triliun - Kejadian kesalahan sistem perbankan kembali merugikan masyarakat. Kemarin, dua orang nasabah Bank Mandiri cabang Bengkulu mengalami kerugian setelah keduanya kehilangan dana masing-masing sebesar Rp 49 juta dari rekening tabungan mereka.
"Saya biasa bertransaksi melalui sms banking dan saat cek saldo, uang saya berkurang Rp 49 juta," kata Firdaus, nasabah Bank Mandiri yang sudah melaporkan kasus ini ke Polda Bengkulu, seperti dilansir dari Antara, kemarin.
Dia mengatakan, hilangnya uang dari rekening tabungan terjadi pada 15 Juni saat dirinya melakukan transaksi non tunai yakni transfer dana sebesar Rp 8 juta. Setelah transaksi, dia mendapat laporan transaksi lain dari rekeningnya ke rekening Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 49 juta.
Dana tersebut dikirim ke seseorang pemilik rekening BTN bernama Ristomatila yang berdomisili di Bali. "Padahal saya tidak pernah mengenal orangnya dan tidak pernah transfer dana itu," katanya.
Mengetahui kejanggalan tersebut, Firdaus langsung menghubungi pihak bank dan melaporkan kejadian itu.
Setelah melaporkan kejadian tersebut, kejanggalan masih terus menimpa Firdaus. Saat kembali memeriksa saldo melalui sms banking, dia justru menemukan dana sebesar Rp 100 triliun terdapat dalam rekeningnya.
"Saya langsung telepon lagi pusat layanan pelanggan dan melaporkan adanya saldo mencapai Rp 100 triliun dan pihak bank langsung menonaktifkan sementara rekening saya," katanya menerangkan.
Firdaus memperlihatkan selembar kertas berisi informasi saldo sebesar Rp 100 triliun dalam rekening tabungannya yang sempat dicetaknya. Menurut dia, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak bank.
"Kami minta keadilan, karena kasus serupa ini bisa saja menimpa nasabah lain," ucapnya.
Firdaus mengharapkan laporan yang sudah disampaikan ke Polda Bengkulu pada 26 Juni dapat ditindaklanjuti sehingga ada kejelasan tentang pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini.
Kasus serupa juga dialami Seprialdi yang kehilangan dana sebesar Rp 49 juta dari rekening tabungannya pada 29 Juni 2015. "Saya langsung menghubungi Mandiri pusat dan mereka berjanji menyelesaikan masalah ini hingga 6 Agustus, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," katanya.
Senior Back Office Bank Mandiri Cabang Bengkulu Syafri mengelak memberikan keterangan. "Kejadiannya ada di kantor cabang Ahmad Yani, di sini memang kantor pusat Bengkulu tetapi silahkan anda menghubungi pihak kantor cabang A Yani saja," ujar Syafri saat dihubungi lewat telepon.
Sumber: merdeka.com
"Saya biasa bertransaksi melalui sms banking dan saat cek saldo, uang saya berkurang Rp 49 juta," kata Firdaus, nasabah Bank Mandiri yang sudah melaporkan kasus ini ke Polda Bengkulu, seperti dilansir dari Antara, kemarin.
Dia mengatakan, hilangnya uang dari rekening tabungan terjadi pada 15 Juni saat dirinya melakukan transaksi non tunai yakni transfer dana sebesar Rp 8 juta. Setelah transaksi, dia mendapat laporan transaksi lain dari rekeningnya ke rekening Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 49 juta.
Dana tersebut dikirim ke seseorang pemilik rekening BTN bernama Ristomatila yang berdomisili di Bali. "Padahal saya tidak pernah mengenal orangnya dan tidak pernah transfer dana itu," katanya.
Mengetahui kejanggalan tersebut, Firdaus langsung menghubungi pihak bank dan melaporkan kejadian itu.
Setelah melaporkan kejadian tersebut, kejanggalan masih terus menimpa Firdaus. Saat kembali memeriksa saldo melalui sms banking, dia justru menemukan dana sebesar Rp 100 triliun terdapat dalam rekeningnya.
"Saya langsung telepon lagi pusat layanan pelanggan dan melaporkan adanya saldo mencapai Rp 100 triliun dan pihak bank langsung menonaktifkan sementara rekening saya," katanya menerangkan.
Firdaus memperlihatkan selembar kertas berisi informasi saldo sebesar Rp 100 triliun dalam rekening tabungannya yang sempat dicetaknya. Menurut dia, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak bank.
"Kami minta keadilan, karena kasus serupa ini bisa saja menimpa nasabah lain," ucapnya.
Firdaus mengharapkan laporan yang sudah disampaikan ke Polda Bengkulu pada 26 Juni dapat ditindaklanjuti sehingga ada kejelasan tentang pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini.
Kasus serupa juga dialami Seprialdi yang kehilangan dana sebesar Rp 49 juta dari rekening tabungannya pada 29 Juni 2015. "Saya langsung menghubungi Mandiri pusat dan mereka berjanji menyelesaikan masalah ini hingga 6 Agustus, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," katanya.
Senior Back Office Bank Mandiri Cabang Bengkulu Syafri mengelak memberikan keterangan. "Kejadiannya ada di kantor cabang Ahmad Yani, di sini memang kantor pusat Bengkulu tetapi silahkan anda menghubungi pihak kantor cabang A Yani saja," ujar Syafri saat dihubungi lewat telepon.
Sumber: merdeka.com
by : Rakatalenta
Tukar Link Bersama dengan tujuan agar bisa meningkatkan trafik kunjungan secara signifikan melalui backlink otomatis yang tercipta dalam waktu cepat dan singkat tanpa perlu 24 jam non stop melakukan SEO. Kita tahu betapa pentingnya SEO untuk sebuah website atau blog.
SEO di ibaratkan nutrisi penting bagi perkembangan dan pertumbuhan website atau blog Anda sehingga dengan begitu peningkatkan popularitas dan lalu lintas website atau blog, serta pagerank, dan peringkat alexa semakin memenuhi target.
SEO di ibaratkan nutrisi penting bagi perkembangan dan pertumbuhan website atau blog Anda sehingga dengan begitu peningkatkan popularitas dan lalu lintas website atau blog, serta pagerank, dan peringkat alexa semakin memenuhi target.
Bagaimana Cara Bertukar Link :
- Copy paste kode HTML pada kotak "Copy All" dibawah apa adanya (tidak perlu diubah)
- Pastekan ke sidebar, Widget HTML JavaScript, footer atau disetiap postingan blog Anda.
- Untuk memulainya, Anda tinggal "klik" tombol banner RakaBrita yang telah terpasang dari website atau blog Anda.
- Berikan komentar yang menyatakan bahwa Anda telah memasang kode tukar link pada website Anda.
- Setelah kode tukar link terpasang di blog atau website Anda maka kode link Anda juga akan saya pasang di kotak tukar link.
Untuk mengoptimalkan kinerja Bertukar Link di blog atau website Anda, pastikan kode HTML diatas terpasang pada bagian yang mudah terlihat oleh pengunjung blog atau website Anda. Salam silaturrahim!
by : Rakatalenta
Iklan ini ditujukan khusus untuk pria yang subur dengan tugas memberikan kehamilan pada ibu-ibu.
Iklan lowongan kerja itu diposting di berbagai forum jual beli di Facebook. Nama-nama akun yang memposting pun berbeda-beda.
Mulai dari akun Widi Astuti sampai dengan Kezia Karina yang rata-rata bergambar wanita cantik.
Tawaran iklan itu merupakan lowongan kerja khusus bagi pria. Namun pekerjaan yang ditawarkan sangat aneh dan cenderung tidak lazim.
Dalam postingannya, Kezia dan Widi menuliskan sebuah lowongan khusus untuk pria dengan tugas menghamili ibu-ibu yang mendambakan anak.
Syaratnya adalah sehat jasmani, mampu dan kuat berhubungan suami istri. Gaji yang ditawarkan berkisar Rp 10 sampai 30 juta jika sang perempuan hamil.
Berikut postingan lowongan kerja yang di sebar:
Postingan ini sempat disebar di beberapa akun jual beli. Namun postingan ini sepertinya langsung dihapus dari akun grup tersebut.
Sementara itu dalam iklan tersebut pun tidak dicantumkan nomor yang bisa dihubungi. Entah ini mencari sensasi atau benar, namun sepatutnya kita waspada dengan iklan demikian dan jauhkan dari anak-anak.
Sumber: tribunnews.com
Edan! Ada Lowongan Kerja Menghamili Ibu-ibu dengan Gaji Rp 30 Juta - Para pengguna internet kembali dibuat heboh. Bukan tanpa sebab baru-baru ini beredar iklan lowongan kerja yang tidak lazim di media sosial.
Iklan ini ditujukan khusus untuk pria yang subur dengan tugas memberikan kehamilan pada ibu-ibu.
Iklan lowongan kerja itu diposting di berbagai forum jual beli di Facebook. Nama-nama akun yang memposting pun berbeda-beda.
Mulai dari akun Widi Astuti sampai dengan Kezia Karina yang rata-rata bergambar wanita cantik.
Tawaran iklan itu merupakan lowongan kerja khusus bagi pria. Namun pekerjaan yang ditawarkan sangat aneh dan cenderung tidak lazim.
Dalam postingannya, Kezia dan Widi menuliskan sebuah lowongan khusus untuk pria dengan tugas menghamili ibu-ibu yang mendambakan anak.
Syaratnya adalah sehat jasmani, mampu dan kuat berhubungan suami istri. Gaji yang ditawarkan berkisar Rp 10 sampai 30 juta jika sang perempuan hamil.
Berikut postingan lowongan kerja yang di sebar:
#Lowongan Khusus PRIA - MengHamili Ibu2 yg ingin Anak.
# Syarat :
Sehat Jasmani, mampu & kuat berhubungan intim.
Gaji 10 s/d 30 Juta diberikan setelah Client Positif HAMIL yg berminat silahkan isi Form Pendaftaran di bawah !
Postingan ini sempat disebar di beberapa akun jual beli. Namun postingan ini sepertinya langsung dihapus dari akun grup tersebut.
Sementara itu dalam iklan tersebut pun tidak dicantumkan nomor yang bisa dihubungi. Entah ini mencari sensasi atau benar, namun sepatutnya kita waspada dengan iklan demikian dan jauhkan dari anak-anak.
Sumber: tribunnews.com






