by : Rakatalenta
Gerhana matahari total, menurut dia, akan bisa diamati dari Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.
"Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB," kata Thomas.
Daerah lain selain 11 provinsi itu, menurut dia, hanya akan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.
"Daerah yang dilintasi gerhana matahari total lebarnya 100 kilometer saja di lokasi lintasan. Sedangkan di luar sebelas provinsi itu, termasuk Jawa, hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian," katanya.
Ia memperkirakan fenomena gerhana matahari total ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara karena hanya bisa disaksikan di provinsi-provinsi tertentu di Indonesia.
Thomas mengatakan saat gerhana matahari total suasana di daerah yang terlintasi akan seperti malam purnama.
Dia menjelaskan bahwa gerhana matahari bisa disaksikan namun para pengamat harus menghindar saat matahari keluar kembali dari bayangan bulan karena bisa menghasilkan cahaya yang kuat.
"Jangan keasyikan saja saat cahaya matahari tersibak kembali karena cahayanya menyilaukan," katanya.
Ia menambahkan Lapan akan meluncurkan hitung mundur 55 Hari Jelang Gerhana Matahari Total di Kantor Lapan di Jakarta pada Kamis (14/1). RakaBrita.Com
Gerhana Matahari Total Akan Terjadi di Langit Indonesia Pada 09 Maret 2016 - Kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Thomas Djamaludin mengatakan gerhana matahari total akan bisa diamati dari 11 wilayah provinsi di Indonesia pada tanggal 9 Maret pagi.
Gerhana matahari total, menurut dia, akan bisa diamati dari Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.
"Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB," kata Thomas.
Daerah lain selain 11 provinsi itu, menurut dia, hanya akan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.
"Daerah yang dilintasi gerhana matahari total lebarnya 100 kilometer saja di lokasi lintasan. Sedangkan di luar sebelas provinsi itu, termasuk Jawa, hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian," katanya.
Ia memperkirakan fenomena gerhana matahari total ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara karena hanya bisa disaksikan di provinsi-provinsi tertentu di Indonesia.
Thomas mengatakan saat gerhana matahari total suasana di daerah yang terlintasi akan seperti malam purnama.
Dia menjelaskan bahwa gerhana matahari bisa disaksikan namun para pengamat harus menghindar saat matahari keluar kembali dari bayangan bulan karena bisa menghasilkan cahaya yang kuat.
"Jangan keasyikan saja saat cahaya matahari tersibak kembali karena cahayanya menyilaukan," katanya.
Ia menambahkan Lapan akan meluncurkan hitung mundur 55 Hari Jelang Gerhana Matahari Total di Kantor Lapan di Jakarta pada Kamis (14/1). RakaBrita.Com
by : Rakatalenta
Sinyal kemenangan Hendra/Ahsan sudah terlihat di set pertama. Permainan di depan net yang nyaris sempurna diperagakan oleh Hendra. Dengan tenang, juara Olimpiade 2008 itu mengembalikan bola sehingga Liu/Qiu kerap mati langkah. Sedangkan, Ahsan bertugas menggebuk bola dari belakang. Hendra/Ahsan menutup set pertama dengan skor 21-17 untuk keunggulan tuan rumah.
Di set kedua, Hendra/Ahsan yang telah mengantongi kelemahan lawan mengajak bertarung dengan jarak dekat. Startegi Hendra/Ahsan berhasil. Berulang kali, pasangan China gagal menyebrangkan bola.
Skor yang cukup jauh di set kedua membuat seisi Istora mau runtuh. Kemenangan pun menjadi milik Hendra/Ahsan, 21-14. Dari segi rekor pertemuan, Hendra/Ahsan dan Liu/Qiu kini sama kuat dengan skor 2-2.
Ganda putera peringkat lima dunia ini merebut Kejuaraan Dunia untuk kali kedua. Dua tahun lalu, Hendra/Ahsan menumbangkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Morgensen.
"Kemenangan ini kami persembahkan sebagai Kado HUT RI yang 17 Agustus besok," kata Hendra ketika diwawancara FOX Sports usai pertandingan. "Juara ini sangat spesial, karena kami juga meraihnya di Jakarta," sambung pebulutangkis asal Pemalang, Jawa Tengah ini.
Sukses Hendra/Ahsan sekaligus menyelamatkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015. Indonesia nyaris tanpa gelar setelah tiga nomor ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri harus terhenti di partai semifinal.
Sumber: liputan6.com
Rebut Juara Dunia, Hendra/Ahsan Jadi Kado HUT RI Ke-70 - Indonesia mencuri satu gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 melalui nomer ganda putera Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Turun di partai terakhir, Hendra/Ahsan menekuk pasangan China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, Minggu, 16 Agustus 2015.
Tidak butuh waktu lama bagi Hendra/Ahsan mengalahkan Liu/Qiu. Mereka hanya membutuhkan waktu selama 37 menit untuk memetik kemenangan dua set langsung, 21-17 dan 21-14.
Sinyal kemenangan Hendra/Ahsan sudah terlihat di set pertama. Permainan di depan net yang nyaris sempurna diperagakan oleh Hendra. Dengan tenang, juara Olimpiade 2008 itu mengembalikan bola sehingga Liu/Qiu kerap mati langkah. Sedangkan, Ahsan bertugas menggebuk bola dari belakang. Hendra/Ahsan menutup set pertama dengan skor 21-17 untuk keunggulan tuan rumah.
Di set kedua, Hendra/Ahsan yang telah mengantongi kelemahan lawan mengajak bertarung dengan jarak dekat. Startegi Hendra/Ahsan berhasil. Berulang kali, pasangan China gagal menyebrangkan bola.
Skor yang cukup jauh di set kedua membuat seisi Istora mau runtuh. Kemenangan pun menjadi milik Hendra/Ahsan, 21-14. Dari segi rekor pertemuan, Hendra/Ahsan dan Liu/Qiu kini sama kuat dengan skor 2-2.
Ganda putera peringkat lima dunia ini merebut Kejuaraan Dunia untuk kali kedua. Dua tahun lalu, Hendra/Ahsan menumbangkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Morgensen.
"Kemenangan ini kami persembahkan sebagai Kado HUT RI yang 17 Agustus besok," kata Hendra ketika diwawancara FOX Sports usai pertandingan. "Juara ini sangat spesial, karena kami juga meraihnya di Jakarta," sambung pebulutangkis asal Pemalang, Jawa Tengah ini.
Sukses Hendra/Ahsan sekaligus menyelamatkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015. Indonesia nyaris tanpa gelar setelah tiga nomor ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri harus terhenti di partai semifinal.
Sumber: liputan6.com
by : Rakatalenta
Alat ini bernama Tongsis (Tongkat Narsis). Semua orang Indonesia pasti akrab dengan barang ini, ketenarannya bahkan mendunia. Tak heran, jika tahun 2014 lalu tongsis masuk majalah TIME. Lebih kerennya lagi tongkat ajaib yang bikin eksis ini ternyata berasal dari Indonesia.
Anindito Respati Giyardani adalah anak bangsa penemu dan yang memiliki hak paten tongsis. Pemilik website www.bababdito.com ini mendaftarkan hak patennya sejak 2012 silam.
Ya, kelahiran tongsis dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang-orang yang melakukan foto selfie dengan smartphone. Pengambilan foto yang kurang optimal ketika berwisata membuat orang-orang membutuhkan alat pendukung. Peluang ini akhirnya diambil oleh Anindito untuk melahirkan alat berbentuk tongkat yang bisa memanjang dan praktis dibawa.
Tak butuh waktu lama, manfaat dan keajaiban tongsis langsung bisa dirasakan banyak orang. Karena foto selfie yang cantik dan indah membuat objek wisata terekspos dengan baik, seseorang menjadi lebih bahagia dan eksis di dunia maya.
Keberadaan tongsis membuat istilah selfie semakin populer. Tidak tanggung-tanggung brand-brand besar baik dalam dan luar negeri memanfaatkan tren penggunaan Tongsis ini untuk mempromosikan produknya. Berbagai kompetisi lahir, berbagai hadiah bertebaran, semua orang bahagia dengan kemunculan tongsis.
Penobatan Tongsis sebagai 25 temuan terbaik dunia oleh Majalah TIME tahun 2014 merupakan sebuah apresiasi dan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia. Sang penemu dan pencipta asal Indonesia tersebut bisa menjadi inspirasi untuk generasi penerus Indonesia.
Sumber: liputan6.com
Tongsis, Dinobatkan Sebagai Salah Satu Temuan Terbaik Indonesia Versi Majalah TIME - Jakarta Tahun 2014, Selfie menjadi kata paling populer di masyarakat dunia. Kata ini muncul tak lepas dari kebiasaan orang-orang mengambil foto diri sendiri (selfie).
Masyarakat biasa, kalangan selebritis, pejabat hingga presiden juga ikut larut dalam fenomena selfie. Tak lama kemudian, muncul istilah wefie (Selfie bersama dalam satu ponsel).
Tingginya minat banyak orang melakukan selfie dan wefie mendorong munculnya sebuah alat untuk mendukung aktivitas ini menjadi sempurna.
Alat ini bernama Tongsis (Tongkat Narsis). Semua orang Indonesia pasti akrab dengan barang ini, ketenarannya bahkan mendunia. Tak heran, jika tahun 2014 lalu tongsis masuk majalah TIME. Lebih kerennya lagi tongkat ajaib yang bikin eksis ini ternyata berasal dari Indonesia.
Anindito Respati Giyardani adalah anak bangsa penemu dan yang memiliki hak paten tongsis. Pemilik website www.bababdito.com ini mendaftarkan hak patennya sejak 2012 silam.
Ya, kelahiran tongsis dilatarbelakangi oleh kebiasaan orang-orang yang melakukan foto selfie dengan smartphone. Pengambilan foto yang kurang optimal ketika berwisata membuat orang-orang membutuhkan alat pendukung. Peluang ini akhirnya diambil oleh Anindito untuk melahirkan alat berbentuk tongkat yang bisa memanjang dan praktis dibawa.
Tak butuh waktu lama, manfaat dan keajaiban tongsis langsung bisa dirasakan banyak orang. Karena foto selfie yang cantik dan indah membuat objek wisata terekspos dengan baik, seseorang menjadi lebih bahagia dan eksis di dunia maya.
Keberadaan tongsis membuat istilah selfie semakin populer. Tidak tanggung-tanggung brand-brand besar baik dalam dan luar negeri memanfaatkan tren penggunaan Tongsis ini untuk mempromosikan produknya. Berbagai kompetisi lahir, berbagai hadiah bertebaran, semua orang bahagia dengan kemunculan tongsis.
Penobatan Tongsis sebagai 25 temuan terbaik dunia oleh Majalah TIME tahun 2014 merupakan sebuah apresiasi dan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia. Sang penemu dan pencipta asal Indonesia tersebut bisa menjadi inspirasi untuk generasi penerus Indonesia.
Sumber: liputan6.com
Posted on :
Jumat, 14 Agustus 2015
[0] comments Label:
Berita,
Gaya Hidup,
Indonesia,
Peristiwa,
Remaja
Ingin Barang Mewah & Kerap dimarahi Orang Tua Siswi SMP "FA" Nekad Jual Keperawanan Rp 2 Juta
Ingin Barang Mewah & Kerap dimarahi Orang Tua Siswi SMP FA Nekad Jual Keperawanan Rp 2 Juta - Diduga karena sering dimarahi orangtuanya, seorang siswi SMP merelakan keperawanannya dijual seharga Rp 2 juta kepada pria hidung belang.
Awalnya, Fa (14), siswi salah satu SMP di Kota Medan, bertemu rekannya, Ai (15), yang baru tamat SMP di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Saat itu, Fa menawarkan diri kepada Ai untuk dicarikan pria hidung belang. Ai lalu bertemu dengan Do (23). Do kemudian mendatangi kawan perempuannya, Mi (40). Akhirnya, Fa bertemu dengan IW (42).
![]() |
| Gambar ilustrasi google search |
Ai juga ikut menawarkan Fa kepada IW via telepon. Namun, IW saat itu mengurungkan niatnya. Dia malah memberikan uang ratusan ribu kepada Fa. Uang ratusan ribu dari IW membuat Fa tergiur. Fa kembali mendesak Ai untuk menjumpai IW.
Ai lalu membuat janji kepada IW di depan pasar swalayan. Setelah bertemu, Fa dan Ai ikut dalam mobil IW dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah. Di dalam mobil, Fa mengganti seragamnya. IW lalu membawa Fa ke hotel di kawasan Jalan Djamin Ginting, Padang Bulan, Medan untuk memenuhi keinginan tersebut.
IW lalu memberikan uang Rp 2 juta kepada Fa. Lalu, Fa memberikan uang Rp 1 juta kepada Ai sebagai tanda jasa.
Ai ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Mabar, Medan Deli, Rabu (12/8/2015) malam. Penangkapan itu berdasarkan laporan orangtua Fa karena anaknya tidak pulang ke rumah selama satu malam.
"Untuk sementara, Ai kami tahan sekaligus untuk mencari siapa saja yang terlibat. Dalam kasus ini, Ai jelas terlibat ikut menjual korban Fa. Pastinya, Do, Mi, dan IW dalam pencarian kami," kata Kasat Reskrim Mapolresta Medan Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum AKP Bayu S Putra, Kamis (13/8/2015) sore.
Perantara Fa, Ai, masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Medan. Dia dijerat kasus human trafficking dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Sementara beberapa pelaku lain yang terlibat masih dalam pengejaran polisi.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Fa nekat menjual keperawanannya. Salah satunya, faktor gaya hidup di kalangan siswi yang mewah. Faktor lainnya adalah pola asuh orangtua yang salah.
"Faktor gaya hidup mewah saat ini sudah masuk ke kalangan pelajar kita. Kemudian, pola asuh orangtua mendidik anaknya.
Mungkin dua faktor ini yang dialami Fa," ujar psikolog dari Universitas Medan Area, Irna Minauli, Jumat (14/8/2015).
Fa (14), seorang siswi SMP, menjual keperawanannya seharga Rp 2 juta kepada pria hidung belang berinisial IW. Ia menjual mahkotanya itu melalui rekannya, Ai (15). Fa mengaku melakukan itu karena kerap dimarahi orangtua.
Menurut Irna, Fa mungkin ingin memiliki suatu barang berharga seperti yang dipunyai rekan sekolahnya yang lain. Lantaran tidak mempunyai uang untuk memiliki barang itu, ia pun memilih cara instan dengan menjual diri.
"Seperti benda bermerek misalnya. Terdorong ingin memilikinya, tapi belum mampu membelinya. Jual diri adalah salah satu cara yang tepat menurut Fa.
Seharusnya ini tidak perlu terjadi bila orangtua memberikan pemahaman terhadap anak. Begitu juga sebaliknya, si anak harus bisa pahami kondisi orangtuanya," kata Irna.
Sumber: kompas.com + tribunnews.com
by : Rakatalenta
Suaminya yakni Ridwan (35) tak dapat membawa istri tercinta dan buah hatinya pulang ke rumah.
Pria yang berprofesi sebagai tukang sablon ini terkendala biaya untuk membayar segala adminitrasi di Puskesmas.
"Puskesmas minta Rp. 300.000, tapi saya belum punya uang. Katanya, kalau belum bayar juga bayinya masih ditahan," ujar Ridwan. Ia mengaku tak memiliki BPJS. Untuk saat ini orderan sablonan miliknya pun sedang sepi.
Bayi yang dilahirkan di tepi jalan. "Saya dari kampung, enggak punya BPJS. Saya dari Bogor, di Jakarta ngontrak. Lagi sepi ini kerjaan, masih cari duit untuk nebus anak dan istri saya," ucapnya.
Saat ini Ridwan sedang berusaha mendapatkan uang Rp. 300.000 demi membayar adminitrasi di Puskesmas. Menurutnya jika sudah dapat uang, pada esok hari, Sabtu (15/8/2015), dirinya akan membawa pulang istri dan anak keduanya itu.
"Sekarang ,lagi cari uang nih ke saudara dan teman-teman. Kalau sudah dapat, besok jam 8 pagi saya ke Puskesmas," kata Ridwan. Menurut Herman, petugas Puskesmas Tambora, Rihat sudah pulang ke kediamannya pada Jumat (14/8/2015).
"Tadi sudah pulang jam 11 siang ke rumahnya, sudah tidak ada lagi di Puskesmas," ungkap Herman kepada Warta Kota pada Jumat (14/8/2015).
Sumber: tribunnews.com
Karna Tak Punya Uang Warga Jakarta Ini Terpaksa Melahirkan di Tepi Jalan Raya - Rihat (28) melahirkan di tepi jalan Gang Songsi 3 RT 04 / RW 06 Tanah Sereal, Tambora Jakarta, Kamis (13/8/2015) siang.
Rihat tetap bersyukur karena dia dan bayinya selamat serta sehat walaupun melahirkan ditolong warga tanpa adanya peralatan medis dan dokter.
Usai melahirkan, warga pun membawanya ke Puskesmas Tambora, Jakarta Barat. Namun sangat ironis nasib Rihat kini.
Suaminya yakni Ridwan (35) tak dapat membawa istri tercinta dan buah hatinya pulang ke rumah.
Pria yang berprofesi sebagai tukang sablon ini terkendala biaya untuk membayar segala adminitrasi di Puskesmas.
"Puskesmas minta Rp. 300.000, tapi saya belum punya uang. Katanya, kalau belum bayar juga bayinya masih ditahan," ujar Ridwan. Ia mengaku tak memiliki BPJS. Untuk saat ini orderan sablonan miliknya pun sedang sepi.
Bayi yang dilahirkan di tepi jalan. "Saya dari kampung, enggak punya BPJS. Saya dari Bogor, di Jakarta ngontrak. Lagi sepi ini kerjaan, masih cari duit untuk nebus anak dan istri saya," ucapnya.
Saat ini Ridwan sedang berusaha mendapatkan uang Rp. 300.000 demi membayar adminitrasi di Puskesmas. Menurutnya jika sudah dapat uang, pada esok hari, Sabtu (15/8/2015), dirinya akan membawa pulang istri dan anak keduanya itu.
"Sekarang ,lagi cari uang nih ke saudara dan teman-teman. Kalau sudah dapat, besok jam 8 pagi saya ke Puskesmas," kata Ridwan. Menurut Herman, petugas Puskesmas Tambora, Rihat sudah pulang ke kediamannya pada Jumat (14/8/2015).
"Tadi sudah pulang jam 11 siang ke rumahnya, sudah tidak ada lagi di Puskesmas," ungkap Herman kepada Warta Kota pada Jumat (14/8/2015).
Sumber: tribunnews.com
by : Rakatalenta
Memasuki museum DPR itu bisa melalui sebuah eskalator untuk menuju lantai II, lalu ke sebelah kanan akan tiba di sebuah pintu yang menampilkan poster bertuliskan 'Museum DPR-RI Menuju Parlemen Modern'.
Saat masuk ke dalam, pajangan yang pertama dilihat adalah beberapa kursi, meja, podium dan jam dinding yang menurut sejarahnya digunakan dalam sidang KNIP pada 7-12 Desember 1949 di Keraton Yogyakarta. Sidang itu membicarakan hasil Konferensi Meja Bundar yang menjadikan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
Turut dipajang di antara kursi-kursi itu sebuah mesin tik yang digunakan dalam sidang konstituante di Bandung. Mesin tik jadul itu digunakan oleh sekretaris sidang DPR periode 1956-1959.
Selain itu, jika berjalan lagi ada benda lain yang kali ini dipajang di dalam kotak kaca, yaitu 'keraf' atau tempat air minum anggota MPRS tahun 1960-1965 dan pesawat telepon yang digunakan pada sidang umum MPRS 1960-1965 di Gedung Societeit Concordia Bandung (gedung merdeka).
Termasuk ditampilkan sebuah patung yang mengenakan pakaian pimpinan MPRS berwarna putih-putih tahun 1960-1961. Pakaian itu sudah dikenal oleh para pejuang bangsa Indonesia sejak 1940an. Benda lain yang dipajang adalah tempat duduk Presiden dan wakil presiden juga pimpinan DPR RI tahun 1968.
Sementara pada dinding-dinding museum ditampilkan foto-foto pimpinan DPR Sementara era 1950-1956, DPR hasil pemilu ke-1 1955-1959, dan seterusnya hingga pimpinan DPR hasil Pemilu 2014 yang saat ini menjabat diketuai Setya Novanto.
Termasuk foto-foto kegiatan DPR dari masa ke masa yang juga dipajang sebagai poster dinding museum, salah satunya foto Ketua DPR Mr Sartono saat menyambut kunjungan menteri kebudayaan cekoslavia, Mr Pavel Dubovsky pada 8 Januari 1957.
Ada juga naskah UUD Sementara yang dibuat tahun 1950 sebagai UU pengganti RIS. Pasal di dalamnya berisi keinginan rakyat untuk kembali ke bentuk negara kesatuan dan melepas diri dari federasi Belanda (pembubaran negara RIS).
Masih di dinding museum, dipajang sedikit foto dan informasi tentang sejarah gedung Nusantara yang dimulai dari upacara di lokasi proyek conefo 31 Mei 1966.
Hal yang menarik dari museum DPR, ada beberapa sarana interaktif bagi pengunjung museum. Salah satunya pertanyaan di dinding, 'Apakah anda mengetahui kepanjangan MA pada nama MA Pellaupessy ketua senat RIS tahun 1950?'
"Marjuki Alie (mungkin)" tulis pengunjung di secarik kertas yang ditempel. "Aku ga kenal," tulis yang lainnya. "Mau tau apa mau tau banget??" respon pengunjung lain sambil dibubuhi simbol senyum.
Selain itu, hal yang menarik adalah sebuah lukisan berukuran cukup besar tapi tidak memberikan informasi apapun. Tulisan pada dinding di samping lukisan itu justru menulis "Kami kurang tahu secara pasti informasi mengenai lukisan ini. Tuliskan kisah yang digunakan dalam lukisan ini menurut anda!"
"Saya tau ini lukisan sidang Volksraad yang dipimpin bapak MH Thamrin. Lukisan karya Sudjono 1978," tulisan pengunjung pada secarik kertas. "Kenapa jaman dulu tidak ada wartawan yang meliput sidang seperti sekarang?" respon pengunjung lain.
Secara umum, kondisi museum terawat dengan baik dan rapih, suasananya pun tenang, terlebih setelah Presiden Joko Widodo meninjau museum ini usai menyampaikan pidato kenegaraan jelang 17 Agustus sore tadi.
Namun, tampaknya tidak banyak informasi atau benda bersejarah lain yang bisa dilihat di museum selain beberapa yang disebutkan di atas. Padahal, perjalanan DPR cukup panjang dengan seabrek bukti sejarah, dokumentasi yang menurut catatan museum terbentuknya pimpinan DPR Sementara tahun 1950.
Museum yang diresmikan oleh ketua DPR/MPR M Kharis Suhud pada 16 Agustus 1991 itu, sebagian ruangannya hanya menampilkan kondisi DPR pasca reformasi. Termasuk pimpinan DPR saat ini lengkap dengan foto masing-masing yaitu Setya Novanto, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Taufik Kurniawan dan Agus Hermanto.
Pada bagian ujung museum dipajang gamelan-gamelan yang menurut sejarahnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan kenegaraan. Penjaga museum, Suwito menceritakan bahwa dulunya museum ini berada di ruang Nusantara IV. Sekitar tahun 2000an dipindah ke lantai II Gedung Nusantara.
"Kalau ada tamu dari luar negeri ke sini, anak-anak SD sampai mahasiswa juga sering datang ke sini. Kemarin ada anak sekolah dari Makassar," ucap Suwito saat berbincang di dalam museum.
Namun pengunjung yang ingin melihat tak bisa langsung masuk, harus mengajukan surat dulu ke bagian Humas DPR sampai nanti diberitahukan kapan bisa berkunjung.
Biasanya, pengunjung dibawa lebih dulu ke ruangan yang masih di gedung Nusantara untuk diputarkan video sejarah DPR. Setelah itu diajak ke dalam museum tentang benda-benda dan catatan sejarah di atas.
"Museum ini buka pukul 07.30-16.00 WIB," ucap Suwito yang sudah bekerja sejak sekitar tahun 2000.
Sumber: detik.com
Menengok Museum DPR: Ada Mesin Tik, Kursi dan Telepon Jadul - Sebagai lembaga negara yang punya peran penting di Indonesia, DPR RI sudah lama punya museum yang menyimpan catatan-catatan sejarah perjalanan parlemen Indonesia. Bagaimana kondisinya?
Museum itu berada di lantai II Gedung Nusantara, atau gedung yang pada tahun 1998 diduduki mahasiswa saat terjadi reformasi. Lokasinya berada di bagian tengah komplek parlemen, Senayan, Jakarta.
Memasuki museum DPR itu bisa melalui sebuah eskalator untuk menuju lantai II, lalu ke sebelah kanan akan tiba di sebuah pintu yang menampilkan poster bertuliskan 'Museum DPR-RI Menuju Parlemen Modern'.
Saat masuk ke dalam, pajangan yang pertama dilihat adalah beberapa kursi, meja, podium dan jam dinding yang menurut sejarahnya digunakan dalam sidang KNIP pada 7-12 Desember 1949 di Keraton Yogyakarta. Sidang itu membicarakan hasil Konferensi Meja Bundar yang menjadikan Indonesia sebagai negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
Turut dipajang di antara kursi-kursi itu sebuah mesin tik yang digunakan dalam sidang konstituante di Bandung. Mesin tik jadul itu digunakan oleh sekretaris sidang DPR periode 1956-1959.
Selain itu, jika berjalan lagi ada benda lain yang kali ini dipajang di dalam kotak kaca, yaitu 'keraf' atau tempat air minum anggota MPRS tahun 1960-1965 dan pesawat telepon yang digunakan pada sidang umum MPRS 1960-1965 di Gedung Societeit Concordia Bandung (gedung merdeka).
Termasuk ditampilkan sebuah patung yang mengenakan pakaian pimpinan MPRS berwarna putih-putih tahun 1960-1961. Pakaian itu sudah dikenal oleh para pejuang bangsa Indonesia sejak 1940an. Benda lain yang dipajang adalah tempat duduk Presiden dan wakil presiden juga pimpinan DPR RI tahun 1968.
Sementara pada dinding-dinding museum ditampilkan foto-foto pimpinan DPR Sementara era 1950-1956, DPR hasil pemilu ke-1 1955-1959, dan seterusnya hingga pimpinan DPR hasil Pemilu 2014 yang saat ini menjabat diketuai Setya Novanto.
Termasuk foto-foto kegiatan DPR dari masa ke masa yang juga dipajang sebagai poster dinding museum, salah satunya foto Ketua DPR Mr Sartono saat menyambut kunjungan menteri kebudayaan cekoslavia, Mr Pavel Dubovsky pada 8 Januari 1957.
Ada juga naskah UUD Sementara yang dibuat tahun 1950 sebagai UU pengganti RIS. Pasal di dalamnya berisi keinginan rakyat untuk kembali ke bentuk negara kesatuan dan melepas diri dari federasi Belanda (pembubaran negara RIS).
Masih di dinding museum, dipajang sedikit foto dan informasi tentang sejarah gedung Nusantara yang dimulai dari upacara di lokasi proyek conefo 31 Mei 1966.
Hal yang menarik dari museum DPR, ada beberapa sarana interaktif bagi pengunjung museum. Salah satunya pertanyaan di dinding, 'Apakah anda mengetahui kepanjangan MA pada nama MA Pellaupessy ketua senat RIS tahun 1950?'
"Marjuki Alie (mungkin)" tulis pengunjung di secarik kertas yang ditempel. "Aku ga kenal," tulis yang lainnya. "Mau tau apa mau tau banget??" respon pengunjung lain sambil dibubuhi simbol senyum.
Selain itu, hal yang menarik adalah sebuah lukisan berukuran cukup besar tapi tidak memberikan informasi apapun. Tulisan pada dinding di samping lukisan itu justru menulis "Kami kurang tahu secara pasti informasi mengenai lukisan ini. Tuliskan kisah yang digunakan dalam lukisan ini menurut anda!"
"Saya tau ini lukisan sidang Volksraad yang dipimpin bapak MH Thamrin. Lukisan karya Sudjono 1978," tulisan pengunjung pada secarik kertas. "Kenapa jaman dulu tidak ada wartawan yang meliput sidang seperti sekarang?" respon pengunjung lain.
Secara umum, kondisi museum terawat dengan baik dan rapih, suasananya pun tenang, terlebih setelah Presiden Joko Widodo meninjau museum ini usai menyampaikan pidato kenegaraan jelang 17 Agustus sore tadi.
Namun, tampaknya tidak banyak informasi atau benda bersejarah lain yang bisa dilihat di museum selain beberapa yang disebutkan di atas. Padahal, perjalanan DPR cukup panjang dengan seabrek bukti sejarah, dokumentasi yang menurut catatan museum terbentuknya pimpinan DPR Sementara tahun 1950.
Museum yang diresmikan oleh ketua DPR/MPR M Kharis Suhud pada 16 Agustus 1991 itu, sebagian ruangannya hanya menampilkan kondisi DPR pasca reformasi. Termasuk pimpinan DPR saat ini lengkap dengan foto masing-masing yaitu Setya Novanto, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Taufik Kurniawan dan Agus Hermanto.
Pada bagian ujung museum dipajang gamelan-gamelan yang menurut sejarahnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan kenegaraan. Penjaga museum, Suwito menceritakan bahwa dulunya museum ini berada di ruang Nusantara IV. Sekitar tahun 2000an dipindah ke lantai II Gedung Nusantara.
"Kalau ada tamu dari luar negeri ke sini, anak-anak SD sampai mahasiswa juga sering datang ke sini. Kemarin ada anak sekolah dari Makassar," ucap Suwito saat berbincang di dalam museum.
Namun pengunjung yang ingin melihat tak bisa langsung masuk, harus mengajukan surat dulu ke bagian Humas DPR sampai nanti diberitahukan kapan bisa berkunjung.
Biasanya, pengunjung dibawa lebih dulu ke ruangan yang masih di gedung Nusantara untuk diputarkan video sejarah DPR. Setelah itu diajak ke dalam museum tentang benda-benda dan catatan sejarah di atas.
"Museum ini buka pukul 07.30-16.00 WIB," ucap Suwito yang sudah bekerja sejak sekitar tahun 2000.
Sumber: detik.com
Posted on :
Kamis, 13 Agustus 2015
[0] comments Label:
Berita,
Bola,
Indonesia,
Liga Indonesia,
Peristiwa
Menpora Akhirnya Beberkan Soal Mafia Judi Bola di Tubuh PSSI
Menpora Akhirnya Beberkan Soal Mafia Judi Bola di Tubuh PSSI - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membuka borok yang terjadi dalam dunia per sepakbolaan Indonesia. Kebijakan yang diambil dengan membekukan PSSI bukan karena ingin membunuh per sepakbolaan Indonesia.
"Saya justru ingin mengembalikan semangat fair play karena banyak persoalan di dalamnya," kata Imam saat acara Seminar dan Diskusi Nasional Kebijakan dan Langkah Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Unggul di Balai Tirta, UI, Depok, Kamis (13/8/2015).
Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya ternyata jiwa sportifitas dan fair play tidak muncul dalam perlombaan sepak bola Indonesia. Karena sebelum pertandingan dimulai sudah ketahuan siapa pemenangnya dan berapa kali kartu kuning akan diberikan wasit pada pemain.
"Kalau ada orang berdiri dan ada yang pakai topi dimiringin itu 'tanda' harus segera bikin gol. Sudah ketahuan siapa pemenang, berapa jumlah gol dan berapa kartu kuning yang akan dikeluarkan sebelum kick off," beber Imam.
Untuk itu, kata dia, diperlukan pula revolusi mental. Dia menduga ada mafia judi dalam dunia sepakbola Indonesia. Imam mengingatkan agar pemain judi bola jangan sampai 'masuk' ke area lapangan.
"Mereka silakan hanya sampai tribun saja. Jangan sampai masuk dan mengatur di lapangan," tegasnya.
Dengan kebijakan yang dilakukan saat ini, kata dia, pemerintah mendorong agar tidak terjadi dominasi. Yaitu dengan memperbanyak operator dan terlihat operator mana yang terbaik dan bisa menjalankan secara sportif. "Dengan banyaknya operator pemerintah akan leluasa menentukan operator mana yang baik," ucapnya.
Sumber: merdeka.com






